TOPIK TERPOPULER

Kopi Kahayya Bulukumba Tembus hingga Jerman

Vitrianda Hilba Siregar
Kopi Kahayya Bulukumba Tembus hingga Jerman
Anggota Komisi IV DPR asal Fraksi PKS Akmal Pasluddin saat menghadiri Conference of the Parties ke-23 (COP 23) di Jerman. Foto : Istimewa

BONN - Warga Bulukumba, Sulawesi Selatan, patut berbangga hati. Pasalnya, Kopi Kahayya asal daerah tersebut bisa dinikmati di Bonn, Jerman.

Adalah anggota Komisi IV DPR asal Fraksi PKS Akmal Pasluddin saat menghadiri Conference of the Parties ke-23 (COP 23) di Jerman, Sabtu (11/11), menyempatkan diri mempromosikan kopi hasil produksi petani asal pemilihannya Kabupaten Bulukumba.

Di sela-sela COP 23, Akmal mengatakan, kopi Indonesia perlu menjadi identitas kebanggaan dunia. Sebab produk unggulan dari sektor pertanian dan perkebunan ini bisa dikonsumsi oleh seluruh masyarakat, termasuk masyarakat internasional.



“Kopi Kahayya ini asli produksi dari Bulukumba, Sulawesi Selatan. Kualitas dan rasanya tidak kalah nikmat dibandingkan dengan kopi Toraja yang juga dari Sulawesi Selatan. Saat ini Indonesia menjadi produsen kopi keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia,” ujar Akmal kepada delegasi dan pengunjung kegiatan di acara tersebut.

Kopi Kahayya, kata dia dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi, adalah jenis Arabika yang tumbuh pada ketinggian 800–1800 mdpl sehingga cita rasanya dijamin maknyus.

“Lidah tidak pernah berbohong. Termasuk lidah orang Barat pun akan mengakui betapa nikmatnya Kopi Kahayya ini,” kata Akmal, wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Sulawesi Selatan II ini.

Selama ini dunia Internasional telah mengenal kopi terbaik dari Indonesia antara lain, Kopi Jawa, Kopi Toraja, Kopi Gayo, Kopi Sidikalang, Kopi Lintong, Kopi Wamena dan Kopi Luwak.

Karena itu, dunia juga perlu mengerti bahwa Kopi Kahayya merupakan kopi yang perlu masuk daftar pencarian, terutama para penggemar berat kopi.

Dia juga mendorong kepada Pemerintah Indonesia agar kopi terbaik Indonesia menjadi identitas negara di dunia internasional.

Salah satu bentuk fokus pemerintah, yaitu pada pengembangan kopi Nusantara sebagai bentuk kebijakan untuk meningkatkan kemampuan petani kopi, baik petani pemilik maupun penggarap lahan kopi. Salah satunya adalah mereka dipermudah mengakses modal.

“Dengan adanya kegiatan internasional seperti COP 23 ini, menjadi satu momen memperkenalkan produk-produk Indonesia. Semoga produk kita bisa terus semakin maju dan bersaing di tingkat internasional. Beberapa pengunjung yang hadir tadi memberi apresiasi positif terhadap Kopi Kahayya produksi Bulukumba,” ungkap Andi Akmal Pasluddin.

Anggota Badan Anggaran ini juga berharap produksi lokal Indonesia bisa semakin maju dan berkompetisi di dunia internasional.



(agn)