Sial! Peluru Kendali Jerman Meledak di Kapal Perangnya Sendiri

Jum'at, 29 Juni 2018 - 14:35 WIB
Sial! Peluru Kendali Jerman Meledak di Kapal Perangnya Sendiri
Ilustrasi/Istimewa
A A A
BERLIN - Sebuah peluru kendali (rudal) meledak di kapal perang Angkatan Laut Jerman. Rudal itu meledak setelah gagal ditembakkan saat latihan militer pada 21 Juni lalu.

Pasukan Angkatan Laut Jerman awalnya hendak menembakkan Rudal SM-2 dengan sistem peluncur yang terdapat di kapal fregat. Entah karePeluruna sebab apa, rudal yang sudah aktif itu tidak meninggalkan sistem peluncur hingga akhirnya meledak.

Dua orang dilaporkan terluka, namun kondisinya telah pulih. Meski kejadian itu berlangsung pada 21 Juni, video rekaman dari insiden tersebut baru dirilis hari Kamis (28/06/2018).

Ledakan itu diikuti dengan kebakaran di dek kapal. Militer Jerman mengklaim tak ada kerusakan kritis pada kapal fregat yang jadi korban misil.

Video rekaman itu diunggah di Twitter oleh analis pertahanan Joseph Dempsey. Umpatan kekesalan para pelaut dalam bahasa Jerman terdengar jelas dalam video. "Oh, sial!," bunyi umpatan salah seorang pelaut.

Angkatan Laut Jerman dalam sebuah pernyataan mengatakan, dua orang terluka oleh insiden itu, tapi kini sudah pulih. Menurut Angkatan Laut, kapal perang yang mengalami insiden sial itu adalah kapal Sachsen.

Mengutip laporan Popular Mechanics, kapal fregat Sachsen dirancang untuk mencegat rudal dan pesawat musuh, dan dilengkapi 32 unit Mark 41 vertical Launching System.

Ledakan dan kebakaran itu bisa menyebar ke misil lain di ladang silo, beruntung hal itu tak terjadi.

Menurut laporan Naval Today, kapal itu telah menembakkan serangkaian rudal sebelum mengalami kegagalan. Sistem peluncur bahkan telah diperiksa sebelum latihan dan saat pemeriksaan semuanya berfungsi tanpa masalah.

Masih belum jelas apa yang menyebabkan insiden sial itu terjadi. Meski Angkatan Laut Jerman mengklaim tak ada kerusakan kritis, namun kemungkinan kerusakan tetap diselidiki.

Insiden pada kapal perang Sachsen ini mirip dengan yang terjadi pada kapal perusak Amerika Serikat pada tahun 2015.
(sss)
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
artikel/ rendering in 1.3280 seconds (0.1#10.140)