TOPIK TERPOPULER

Dewan Sebut Anggaran Jalan Beton Pekaloa Lutim Rawan Mark Up

Fitra Budin
Dewan Sebut Anggaran Jalan Beton Pekaloa Lutim Rawan Mark Up
ilustrasi/SINDOnews

LUWU TIMUR - Anggaran proyek jalan beton Desa Pekaloa menuju Desa Mahalona, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur sebesar Rp18 milyar dengan volume hanya 3.19 kilometer, dinilai terlampau tinggi.

Anggaran sebesar itu pun disebut rawan dimark up oleh pihak-pihak tertentu. "Mudah-mudahan saja tidak ada mark up di anggaran 2018 untuk jalan tersebut pada saat pelaksanaan nantinya," tukas
Anggota DPRD Luwu Timur, Usman Sadik saat melayangkan protes.

Menurut legislator Partai Amanat Nasional (PAN) ini, anggaran senilai Rp18 milyar yang disiapkan Pekerjaan Umum (PU) sebelumnya dapat menyelesaikan pekerjaan beton kurang lebih 6 kilometer proyek untuk tahun 2016 dan 2017.



Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga dinas PU Luwu Timur, Iwan Setiawan menjelaskan bahwa panjang rigid (perkerasan kaku) yang terjadi pada tahun 2016 dan 2017 hanya 3.419 meter saja dengan total anggaran senilai Rp19,3 milyar.

Sedangkan untuk tahun 2018, kata Iwan, panjang beton tersebut yakni 3.195 meter dengan anggaran senilai Rp18 milyar. "Tahun 2016 dan 2017 rigid 3.419 meter nilainya Rp19,3 milyar dan untuk 2018 ini panjang 3.195 meter nilainya Rp18 milyar," tukasnya.

Ia merincikan, untuk anggaran 2016 dengan nilai kontrak Rp9.395.268.000 dengan panjang rigid 1.502 meter dan pekerjaan kattingan serta pasangan batu sekitar Rp1 milyar.

Sedangkan anggaran 2017 kontraknya Rp.9.9 Milyar panjang rigid 1.917 meter dan pekerjaan aramco 9 titik serta timbunan kubangan hanya sekitar Rp500 juta.



(sss)