alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

DPPPA Makassar Enggan Serahkan Anak Korban Penyekapan Tanpa Syarat

Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Makassar telah mengumumkan orangtua biologis anak korban penyekapan oleh tersangka Meilania Detaly Dasilva alias Memey, 31, dari hasil pemeriksaan DNA.

Meski demikian, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar rupanya enggan menyerahkan anak-anak korban penyekapan
tersebut tanpa syarat.

Baca juga : Hasil Tes DNA 3 Bocah Korban Penyekapan Diketahui Pekan Ini



Kepala DPPPA Makassar, Tenri A Palallo mengatakan, akan segera berkoordinasi dengan Polrestabes Makassar dan jaringan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan pihak keluarga korban terkait penyerahan anak korban penyekapan itu.
 
Menurutnya, rapat jejaring P2TP2A akan memutuskan penyerahan kembali atau tidaknya anak kepada keluarga biologis. Dengan ketentuan syarat yang harus dipenuhi. Pertama, memastikan anak tidak terlantar.

Kedua, orang tua bersangkutan membuat pernyataan tidak lagi mengulang kejadian sebelumnya.

"Masih banyak syarat lainnya. Ketiga ada pemantauan berjejaring dengan P2TP2A  di daerah rujukan anak-anak. Jadi tetap dikembalikan ke duduk persoalannya lebih dulu," pungkas Tenri kepada SINDOnews, baru-baru ini.

Diketahui, anak korban penyekapan tersebut saat ini masih dalam penanganan P2TP2A Kota Makassar. Mereka masing-masing adalah Ow alias Aw, 11, dan Us alias F, 5, serta Df alis D,2,5 tahun.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tes DNA laboratorium forensik (labfor) didapatkan hasil bahwa anak pertama berinisial Aw merupakan anak biologis tersangka Memey. Untuk anak kedua dan ketiga masing-masing inisial F dan D, bukan anak kandung tersangka Mey.

Khusus anak ketiga berinisial D merupakan anak biologis dari ibu S dan bapak L. Dimana merupakan mantan pembantu tersangka Mey.

Untuk penanganan lebih lanjut terkait siapa ayah biologis Aw, Tenri meminta Polrestabes bisa segera mengungkapnya.

"Anak tertua (Aw) sudah bersekolah, dan tidak pernah mau kembali ke ibunya. Tentang ayahnya, diperlukan pendalaman dari suami biologisnya. Untuk urusan ini polisi,” ujar mantan Kabag Humas Setda Kota Makassar ini.

"Kalau sudah jelas bapak dan ibunya, ada tata cara mengembalikannya. Pokoknya harus melewati rapat jejaring. Ada beberapa pertimbangan, memastikan pengembalian itu aman untuk kepentingan terbaik anak-anak. Memang langkah terbaik menghubungi orgtua biologisnya," tegas Tenri.

Tenri pun meminta pihak kepolisian segera melakukan penanganan lebih lanjut terkait hal ini. Apalagi, anak kedua berinisial F, belum juga diketahui siapa orang tua biologisnya.

"Kalau anak pertama dan kedua, tak satu pun mau ketemu Memey (tersangka). Anak ketiga apalagi, karena sudah ada hasilnya, kita tidak ragu-ragu. Kita rapat jejaring untuk keputusan terakhir. Tugas kami menjaga dan memastikan anak-anak ini gembira dan mendapatkan hak tumbuh kembang," jelas Tenri.



(bds)