TOPIK TERPOPULER

Pembahasan Ranperda Perlindungan Perawat Terkendala Naskah Akademik

Hasdinar Burhan
Pembahasan Ranperda Perlindungan Perawat Terkendala Naskah Akademik
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Perlindungan Perawat, melambat lantaran penyesuaian naskah akademik masih dipermasalahkan oleh pansus. Legal draft dari naskah akademik tidak sesuai dengan bahasa hukum.

Ketua Pansus Perlindungan Perawat Shinta Mashita Molina mengatakan, ada kesalahan naskah akademik rancangan peraturan daerah yang disusun oleh tim penyusun. Pasalnya, legal draft yang diterima pansus tidak sesuai dengan bahasa hukum. Karena itu, ia meminta Bagian Hukum Pemerintah Kota Makassar sebagai ahli hukum memperbaiki naskah tersebut.

"Karena tim penyusun naskah akademik tidak terlalu mengerti tentang legal drafting maka kami menyerahkan kepada tim hukum kota Makassar,” katanya saat ditemui di ruangannya.



Namun hingga saat ini revisi draft-nya belum juga diterima oleh pansus. Legislator Partai Hanura ini menilai Tim penyusun naskah akademik dan bagian hukum Kota Makassar saling lempar tanggung jawab. Padahal, mereka, akunya, sudah melakukan rapat internal dua kali.

"Mereka (tim penyusun akademik) sudah 2 kali melakukan rapat di bagian hukum pemerintah kota Makassar itu dengan tenaga ahli yang ada di pemerintah kota Makassar. Tetapi dari tim penyusun naskah akademik maupun dari tim hukum tidak memperlihatkan kepada pansus perubahan apa yang sudah mereka lakukan," ujar anggota Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat ini.

Karna itulah, pihaknya memberi waktu kepada tim hukum dan tim penyusun naskah akademik untuk menyelesaikan legal draftingnya hingga hari senin mendatang. "Ternyata naskah yang harus diubah itu belum mereka buat. Jadi saya memberikan waktu dua hari ini agar mereka berdiskusi, bekerja lebih intens lagi untuk menyusun legal drafting ini secara baik. dan hari senin kita akan lihat hasilnya," tukasnya.

Sebelumnya, Anggota Pansus Ranperda Perlindungan Perawat, Abdi Asmara, meminta peranan organisasi profesi keperawatan dan Dinas Kesehatan dalam penyusunan Ranperda tersebut, sebab mereka dipastikan lebih mengetahui dan memahami kondisi yang berkembang di kalangan perawat.



(agn)