TOPIK TERPOPULER

Calling Peran dan Mabessa, 2 Program Perlindungan Anak di Parepare

Darwiaty Dalle
Calling Peran dan Mabessa, 2 Program Perlindungan Anak di Parepare
Pemkot Parepare meluncurkan dua program baru terkait perlindungan anak di tengah peringatan Hari Anak Nasional di Kota Parepare, Senin (26/8/2019). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle

PAREPARE - Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare meluncurkan dua program baru terkait perlindungan terhadap anak. Program yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) itu yakni Calling Peran (Call Perlindungan Perempuan dan Anak) dan Mabessa (Mari Bersama Sayangi Anak).

Launching dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tersebut digelar di lapangan tenis yang terletak dalam kompleks Rumah Jabatan Wali Kota Parepare, Senin (26/8). Peresmian program ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Wali Kota Parepare, Taufan Pawe.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas PPPA Parepare, Aminah Amin, berharap peringatan HAN ini dapat menggugah setiap individu, orang tua, pemerintah dan masyarakat agar lebih mengetahui peran, tugas dan kewajiban masing-masing dalam memenuhi hak-hak dalam melindungi anak-anak.



Pada kegiatan tersebut, kata Aminah, Forum Anak Kota Parepare membacakan 10 hak anak yang berisi tentang perlindungan serta peningkatan kesejahteraan demi mewujudkan kualitas anak Parepare yang semakin baik. Dijelaskan Aminah, Parepare juga menolak keras terjadinya pernikahan usia dini dan mendukung pembatasan penggunaan plastik sekali pakai.

Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, yang hadir dan mengukuhkan Forum Anak Kota Parepare mengatakan seluruh pihak, khususnya tenaga pendidik harus mampu menjadi suri teladan untuk anak didik. Hak-hak anak, jelas Taufan, adalah tanggung jawab semua pihak secara terintegrasi.

Persoalan yang terkait dengan anak, tambah Taufan, menjadi tanggung jawab kita semua. Tidak pada tataran normatif, bahwa tanggung jawab itu hanya ada pada guru, tetapi juga semua lurah dan camat yang ada untuk melakukan pemantauan.

"Dan fungsi koordinasi perkembangan proses belajar mengajar di setiap sekolah yang ada untuk dilaporkan secara berjenjang dan lakukan koordinasi yang baik," tandasnya.



(tyk)