alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasek Cabul SMKN 1 Malili Dituntut 14 Tahun Penjara

Fitra Budin

LUWU TIMUR - Kepala SMKN 1 Malili Kabupaten Luwu Timur nonaktif, AK dituntut 14 tahun penjara serta denda Rp60 juta oleh jaksa penuntut umum (JPU). Tuntutan tersebut atas kasus pelecehan seksual yang dilakukan AK terhadap siswanya.

JPU, Rama membeberkan, bahwa ada sejumlah pertimbangan yang membuat pihaknya menuntut AK dihukum 14 tahun penjara serta denga Rp60 juta. Salah satunya, karena AK dianggap telah merusak masa depan anak yang menjadi korban.

Alasan lainnya kata Rama, perbuatan yang terdakwa lakukan, dianggap bukan perbuatan yang pantas dilakukan oleh seorang pendidik. Terdakwa, sambung Rama, juga dianggap telah mencoreng dunia pendidikan.



"Tujuan tuntutan tersebut untuk memberikan deterrent effect (efek jera) kepada pelaku pelecehan seksual terhadap anak serta mengantisipasi terulangnya hal serupa di wilayah Luwu Timur," ujar Rama saat dihubungi SINDOnews, Minggu (13/10/2019).

Sebelumnya, Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Malili, Ari Prabawa pada pemeriksaan saksi membeberkan, bahwa dalam kasus ini, ada salah seorang saksi yang telah memebrikan kesaksian palsu pada hakim.

"Ada satu saksi yang memberikan keterangan palsu, saksi itu bernama Ita Sakka," papar Ari.

Ari menjelaskan, pihaknya mengetahui bahwa Ita memberikan kesaksian palsu setelah mengkonfrontir pernyataan Ita dengan saksi lainnya.

"Sudah dibuatkan berita acara, sisa menuggu kepolisian dan penuntut umum, karna PN tidak serta merta mengatakan dia sebagi tersangka," ujarnya.

Selain itu, Ari berharap pada kasus ini, agar saksi benar-bener memberikan kesaksian secara jujur, dan tidak menutup-nutupi kejadian sebenarnya. (Baca juga: Kepala Sekolah SMKN 1 Malili Bantah Lakukan Pelecehan Seksual)



(man)