alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penganiaya dan Penyekap Remaja yang Dituduh Curi Motor Diringkus

Faisal Mustafa

MAKASSAR - Jajaran Tim Jatanras Polrestabes Makassar, berhasil menangkap tiga pria yang diduga melakukan penganiayaan serta penyekapan terhadap remaja berinisial As (17 tahun). Mereka ditangkap di Jalan Rappocini, Kota Makassar, Minggu (8/12/2019) sekitar pukul 22.00 Wita.

Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko mengatakan, ketiga orang yang ditangkap itu masing-masing FR (18 tahun), HA (20 tahun) dan RF (18 tahun). Ketiganya ditangkap di sebuah rumah, yang diketahui merupakan lokasi tempat mereka menyekap As.

"Tiga orang kita amankan atas nama FR, HA dan RF. Mereka ini berteman dan masih di bawah umur. Kita tangkap di rumah tempat yang menjadi lokasi penyekapan," kata Indratmoko.



Menurut Indratmoko, ketiga orang tersebut telah mengakui perbuatan penyekapan yang dilakukan terhadap As. (Baca juga: Dituduh Curi Motor, Remaja Ujung Tanah Ini Dianiaya Lalu Disekap)

"Motifnya, karena para pelaku menuduh korban sebagai orang yang membawa lari kendaraan sepeda motor milik salah satu pelaku, kemudian dilakukan penganiayaan dan dipaksa mengikuti para pelaku ke suatu tempat di Jalan Rappocini Raya dan situlah dilakukan penyekapan selama beberapa jam," jelasnya.

"Yang mukul itu FR sebanyak empat kali ke arah wajah korban dan mengakibatkan luka memar di mata, setelah itu korban langsung dibawa ke sebuah rumah di Jalan rappocini bersama dengan pelaku, kemudian korban di sana disekap dan dilarang pulang oleh para FR," sambungnya.

Beruntung, As dapat meloloskan diri dari lokasi penyekapan setelah melihat seorang pengendara motor yang merupakan tetangganya. As lalu meminta tolong kepada tetangganya tersebut dan kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

Selain menangkap tiga pelaku, petugas juga menyita barang bukti dua sepeda motor milik pelaku dan kendaraan roda dua yang dipermasalahkan.

"Sementara kita gunakan pasal 170 juncto pasal 351 KUHPidana dan pasal 333 terkait perampasan kebebasan seseorang ancaman hukumannya 12 tahun," pungkas Indratmoko.



(man)