TOPIK TERPOPULER

Belasan Pengusaha Minuman beralkohol Belum Bayar Retribusi

Vivi Riski Indriani
Belasan Pengusaha Minuman beralkohol Belum Bayar Retribusi
Belasan pengusahan minuman beralkohol di Makassar belum membayar pajak. Foto: Sindonews/Ilustrasi

MAKASSAR - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, mencatat ada belasan pengusaha minuman beralkohol (minol) yang belum membayar retribusi. Besaran nilainya mencapai Rp300 juta.

Kepala Seksi Pengembangan dan Pembinaan Usaha dan Sarana Perdagangan, Abdul Hamid menerangkan dari 44 tempat usaha yang disidak sepanjang tahun 2019, masih ada 16 tempat usaha yang belum membayar retribusi.



"Dari 44 tempat usaha yang kita razia bersama tim terpadu itu ditemukan ada 16 tempat usaha yang belum membayar retribusi," kata Abdul Hamid, kemarin.

Kata Hamid rata-rata tempat usaha tidak memperpanjang izinnya selama kurun waktu enam bulan hingga tiga tahun. Total tunggakan retribusi izin minol mencapai Rp300 juta.

"Mereka itu ada yang belum bayar selama tiga tahun, ada yang setahun, ada juga yang enam bulan. Totalnya itu Rp300 juta," ujarnya.



Hamid menegaskan pengusaha yang membandel akan diberikan surat teguran. Jika sampai teguran ketiga tidak ada itikad baik maka akan dilakukan penutupan usaha. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Dia menyebutkan dari belasan tempat usaha yang belum membayar retribusi, baru satu yang diberikan surat teguran. Alasannya, tempat usaha lainnya sementara mengurus perpanjangan izin di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PM-PTSP) Kota Makassar.

Sementara, Kepala Bidang Pelayanan Belakang Non Teknis Dinas PM-PTSP, Andi Engka menyampaikan saat ini sudah ada beberapa pengusaha yang mengurus izin penjualan minuman beralkoholnya. Hanya tinggal membayar retribusi di bank.

"SKRD-nya sudah ada, tinggal ditandatangai. Kalau itu sudah pengusaha langsung membayar retribusinya di bank," ucap Engka.



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!