alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bunuh Istri dengan 29 Kali Tikaman, Arsyad Terancam Hukuman Mati

Wahyu Ruslan

PANGKEP - Andi Arsyad (61), seorang suami di Kabupaten Pangkep, Sulsel, yang tega membunuh istrinya, Fatmawati (42), terancam hukuman berat. Ia dijerat pasal berlapis dengan ancaman hukuman mati. Pasalnya, selain membunuh istrinya, Arsyad juga melukai anak tirinya yang kini dirawat intensif di RSUD Pangkep.

Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji, mengatakan pelaku sudah ditangkap tidak lama setelah kejadian pembunuhan. Petugas harus melumpuhkan pelaku dengan timah panas lantaran mencoba melawan saat akan ditangkap.

“Pelaku sudah kita tahan di Mapolres Pangkep. Kita jerat pasal berlapis yakni Pasal 340 KUHP (tentang pembunuhan berencana) dan Pasal 80 ayat 2 UU Nomor 25/2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman seumur hidup atau hukuman mati,” terang Ibrahim.



Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya yakni pakaian milik korban dan senjata tajam berupa badik yang digunakan pelaku untuk membunuh korban dan melukai anak tirinya. (Baca Juga: Terungkap! Suami Bunuh Istri di Pangkep Hanya Gegara Mobil)

Diketahui, insiden tragis itu bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Kamis (16/1/2020) malam. Antara korban dan pelaku diketahui pisah ranjang sejak beberapa bulan lantaran korban kerap dianiaya pelaku.

Sambil membawa senjata tajam berupa badik, pelaku mencari korban. Melihat kedatangan suaminya, Fatmawati yang ketakutan langsung melarikan diri ke rumah warga. Nahas, dia terjatuh saat dikejar suaminya.

Tanpa ampun, pelaku menikam tubuh korban secara membabi buta sebanyak 29 kali tusukan hingga korban terkapar di depan pintu rumah tetangganya. Belum puas, pelaku kembali melampiaskan amarahnya dengan menikam anak tirinya hingga korban dirawat di RSUD Pangkep akibat luka tikaman di bagian tangan dan dada kiri saat berada di dekat ibunya. (Baca Juga: Sadis, Pria di Pangkep Tikam Istri dan Anak Tiri Pakai Badik

Motif pembunuhan ini masih ditelisik oleh kepolisian. Namun, diduga Arsyad tega menghabisi nyawa istrinya hanya gegara persoalan mobil. Terdapat dua versi yang beredar ihwal pemicu kasus pembunuhan tersebut.

Versi pertama, Arsyad kesal terhadap Fatmawati yang diduga menjual mobilnya dan uang hasil penjualan tidak diserahkan ke pelaku. Versi kedua, mobil tersebut ditarik dari leasing karena terlambat membayar cicilan yang membuat Arsyad jengkel dan melampiaskan ke korban.

Keluarga Fatmawati, Syarifuddin, membantah informasi terkait korban telah menjual mobil milik pelaku yang akhirnya memicu insiden tragis tersebut. Yang benar, kata dia, adalah versi kedua, terkait mobil itu ditarik leasing karena terlambat membayar cicilan.

“Mobil tersebut tidak dijual, tapi disita pihak leasing karena tidak membayar biaya bulanan,” singkatnya.



(tyk)