alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Atasi Banjir, Pemkot Makassar Beli 3 Ekskavator

Vivi Riski Indriani
Atasi Banjir, Pemkot Makassar Beli 3 Ekskavator
Pengerukan sedimen yang dilakukan oleh Dinas PU Makassar di Kanal Panampu, Makassar beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar akan memiliki tiga unit ekskavator. Pengadaannya sementara ditender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Makassar.

Ketiga alat berat ini menghabiskan anggaran belasan miliar rupiah. Rinciannya, ekskavator spider mini seharga Rp1,30 miliar, ekskavator amphibius Rp4,40 miliar, dan ekskavator spider besar senilai Rp7,79 miliar.

Kasubag Umum dan Kepegawaian Dinas PU Kota Makassar, Rostati Husain menyampaikan, ketiga alat berat ini nantinya akan diserahkan ke Bidang Pengengeloaan Sumber Daya Air (PSDA) dan Drainase untuk pengerukan sedimen di saluran drainase.



"Kalau spider kecil untuk pengangkatan sedimen di drainase, kalau spider ukuran besar juga sama tapi untuk di kanal, sama dengan amphibius," kata Rostati, Selasa (5/2/2020).

Dia menyebutkan, khsusus tahun ini, ada empat unit alat berat yang diadakan. Di antaranya, ekskavator spider mini, ekskavator spider besar, ekskavator amphibius, dan dekoloder.

"Yang tiga itu sudah tayang di LPSE, kalau dekoloder nanti baru ditender," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang PSDA dan Drainase Dinas PU Kota Makassar, Fuad Azis menilai, pengadaan alat berat ini merupakan salah satu upaya untuk peningkatan kinerja saluran drainase mengingat ada jutaan kubik sedimen yang harus diatasi.

"Jadi alat ini bisa membantu pengerukan saluran sedimentasi yang tidak bisa dilakukan oleh tenaga manusia," tuturnya.

Fuad menyebutkan selama ini pengerukan sedimentasi untuk saluran tersier biasanya dilakukan oleh tenaga manusia, sedangkan untuk saluran sekunder dan primer yang ukurannya cukup besar harus dibersihkan dengan menggunakan alat berat.

"Alat yang diadakan ini memang untuk pengerukan sedimen di saluran sekunder dan primer. Ini juga membantu teman-teman di balai. Jadi percepatan saluran itu bisa cepat," bebernya.

Dikatakan Fuad, saat ini bidangnya belum memiliki ekskavator jenis spider baik yang berukuran mini maupun besar. Sehingga diharapkan alat ini bisa membantu untuk mengeruk jutaan kubik sedimen yang tidak bisa dituntaskan oleh tenaga manusia.

"Kalau jenis spider itu baru tahun ini, tapi kalau amphibi itu sudah alat yang ke empat kita punya kalau diserahkan ke kita," ujar Fuad.



(man)