alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembunuh Istri di Kabupaten Pangkep Dijerat Pasal Berlapis

Muhammad Subhan

PANGKEP - Kepolisian Resor (Polres) Pangkep menjerat Andi Arsyad (61), tersangka pembunuhan sadis dengan pasal berlapis. Hal itu dilakukan lantaran Arsyad tidak hanya menghabisi nyawa sang istri, Fatmawati (41), tapi juga menganiaya anak tirinya yang masih berusia 9 tahun.

Kasat Reskrim Polres Pangkep, AKP Anita Taherong, menyubut pelaku terancam hukuman berat karena disangkakan pasal pembunuhan berencana subsider pasal pembunuhan. Selain itu, polisi juga menggunakan pasal perlindungan anak untuk menjerat Arsyad.

“Kita jerat Pasal 340 sub Pasal 338 KUHP dan Pasal 80 ayat 2 UU Perlindungan Anak. Pada Pasal 340 diancam hukuman 20 tahun penjara dan Pasal 80 sebanyak 15 tahun penjara,” ujar Anita di sela rekonstruksi kasus tersebut di Mapolres Pangkep, Kamis (20/2/2020).



Baca Juga: Bunuh Istri dengan 29 Kali Tikaman, Arsyad Terancam Hukuman Mati

Dalam reka ulang kejadian nahas itu, Anita menyebut terdiri dari 28 adegan. Mulai dari adegan Arsyad memasuki rumah dengan memanjat jendela hingga adegan korban mencoba kabur ke rumah tetangga. Tidak ketinggalan, adegan utama saat pelaku dengan tega menikam sang istri sebanyak 29 kali hingga tewas.

Reka ulang kejadian itu juga mempertontonkan adegan saat Arsyad menikam anak tirinya sebanyak tiga kali. Beruntung nyawa anak tiri korban berhasil diselamatkan. Adapun Fatmawati yang mengalami luka parah tewas. "Hampir seluruh tubuhnya ditusuk pakai badik," kata Anita.

Arsyad sempat ditanyai perihal motif menikam istrinya secara membabi buta. Dengan santai, ia mengaku kesal karena mobil yang biasa dia gunakan ditarik leasing.

Keluarga Fatmawati, Syarifuddin, sebelumnya membantah informasi terkait korban telah menjual mobil milik pelaku yang akhirnya memicu insiden tragis tersebut. Yang benar, kata dia, adalah versi kedua, terkait mobil itu ditarik leasing karena terlambat membayar cicilan. 

Baca Juga: Terungkap! Suami Bunuh Istri di Pangkep Hanya Gegara Mobil

“Mobil tersebut tidak dijual, tapi disita pihak leasing karena tidak membayar biaya bulanan,” singkatnya.

Diketahui, insiden tragis itu bermula ketika pelaku mendatangi rumah korban di Desa Parenreng, Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep, Kamis (16/1/2020) malam. Antara korban dan pelaku diketahui pisah ranjang sejak beberapa bulan lantaran korban kerap dianiaya pelaku.

Sambil membawa senjata tajam berupa badik, pelaku mencari korban. Melihat kedatangan suaminya, Fatmawati yang ketakutan langsung melarikan diri ke rumah warga. Nahas, dia terjatuh saat dikejar suaminya.



(tyk)