alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Persoalan Internal, Bawaslu Wajo Dilaporkan ke DKPP

Muhaimin Sunusi

MAKASSAR - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupeten Wajo dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI. Laporan tersebut telah masuk pada 27 Februari 2020 lalu.

Ketua Bawaslu Kabupaten Wajo, Abdul Malik mengaku belum mengetahui perkara ini. Dia juga tak tahu pihaknya dilaporkan ke DKPP RI.

"Saya tidak tahu. Saya juga belum menerima informasi atau pemberitahuan dari DKPP RI," kata Malik saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon baru-baru ini.



Perkara dengan nomor 31-PKE-DKPP/III/2020 ini merupakan kasus pertama yang menimpa Bawaslu Wajo sejak kepemimpinan Abdul Malik sebagai ketua. Malik pun mengakui hal tersebut.

"Kalau memang benar kami dilaporkan, ya seperti itu (ini kasus yang pertama kali). Tapi memang, kami belum dapat informasinya," ujar Malik.

Selain Malik, empat komisioner Bawaslu Kabupaten Wajo juga turut diseret dalam perkara ini. Keempatnya ialah Andi Rahmat Munawar, Andi Samsir, Rafiuddin Rasyid dan Heriyanto yang merupakan anggota.

Perkara ini sudah terverifikasi materil sejak tanggal 11 Maret 2020. Dan DKPP RI memutuskan bahwa aduan ini akan disidangkan.

Adapun nama pengadunya ialah Sri Irma Yanti. Dia memberikan kuasa hukum kepada pengacara atas nama Hanfree Bunga' Allo.

Terkait pengadu, namanya mirip dengan Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten Wajo. Saat Malik ditanya terkait hal tersebut, dia memilih bungkam. Malik juga tak ingin berspekulasi lebih jauh.

"Kami belum bisa memberi keterangan, karena laporannya juga belum sampai ke kami. Jadi kami mau konsultasi dulu ke Bawaslu provinsi," tutur Malik.

Ketua Bawaslu Sulsel, Laode Arumahi menyebutkan pihaknya telah menerima informasi tersebut. Dan sudah menyampaikannya ke Bawaslu Kabupaten Wajo.

"Sudah kami sampaikan ke Bawaslu Wajo. Dan mereka sudah tahu kemarin (28/3/2020). Dan kita sudah koordinasi dengan mereka," ucap Laode melalui sambungan telepon, Minggu (29/3/2020) kemarin.

Laode membeberkan, bahwa pengadu memang pihak internal dari Bawaslu Kabupaten Wajo. Yakni Sri Irma Yanti yang merupakan Kepala Sekretariat Panwaslu Kabupaten Wajo.

"Iya, ini persoalan internal mereka. Kami di Bawaslu provinsi sudah mencoba melakukan mediasi. Tapi keduanya sama-sama ngotot dan memilih untuk menempuh jalur kode etik," terang Laode.

Soal jadwal sidang, Laode menuturkan belum ada informasi. Pihaknya sementara menunggu penetapan tanggal dari DKPP.



(man)