alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Disdik Sulsel Perpanjang Masa Belajar Siswa SMA/SMK di Rumah

Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel bakal menambah masa belajar siswa di rumah hingga 24 April mendatang.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdik Sulsel, Sabri mengatakan, kebijakan memperpanjang waktu belajar dari rumah karena penyebaran virus corona atau Covid-19. Menyusul masa tenggang tanggap darurat virus ini kata dia, secara nasional kebijakan ini juga diperpanjang.

"Insyaallah, draf SK keputusannya sudah jadi, kita sudah siapkan. Tinggal ditandatangani oleh bapak Gubernur Sulsel. Jadi rencana sampai tanggal 24 April itu aktivitas belajar di sekolah diliburkan," ujar Sabri yang dikonfirmasi SINDOnews, Minggu (29/3/2020).



Sabri melanjutkan, masa perpanjangan belajar dari rumah ini sebagai tindakan preventif penularan Covid-19 di kalangan siswa. Apalagi di Sulsel kata dia, sudah ada ditemukan kasus positif.

Sebelumnya Disdik Sulsel telah mengeluarkan surat edaran untuk imbauan serupa, yang juga menjadi instruksi Gubernur Sulsel. Dalam edaran bernomor 0046/2827.Sekret Disdik.1/Disdik yang diteken Plt Kepala Disdik Sulsel pada 16 Maret lalu yang ditujukan untuk jenjang sekolah SMA/SMK/SLB di bawah naungan Disdik Sulsel.

Dalam edaran tersebut, peralihan proses belajar mengajar dari sekolah ke rumah untuk siswa dimulai 18-31 Maret 2020. Dalam masa itu, guru mata pelajaran tetap diminta memberikan tugas tambahan kepada siswa dengan tetap berkoordinasi dan aktif berkomunikasi dengan memanfaatkan sistem informasi teknologi.

"Jadi sama dengan imbauan edaran yang lalu, terkait untuk pencegahan virus corona ini. Jadi tetap kita antisipasi penularannya. Intinya adalah menjaga kesehatan. Di samping guru dan siswa tetap komunikasi," papar Sabri.

Sementara selama peralihan aktivitas belajar dari rumah ke sekolah berjalan sekitar dua pekan sebelumnya, Sabri mengaku masih ada hal yang perlu dievaluasi. Umumnya masih ada beberapa sekolah yang dikatakan terkendala interaksi guru dan siswa.

Pasalnya, meski ada pemindahan aktivitas belajar, diharapkan tetap ada interaksi melalui pemanfaatan aplikasi sosial media atau daring.

"Kalau sebelumnya kita lihat, jadi memang terkendala di beberapa sekolah belajar di rumah. Misalnya ada beberapa daerah tidak ada sinyal internet, jadi tidak memungkinkan. Ada beberapa diantaranya juga belum memiliki android," tukasnya.

Makanya dia tak menampik, ada siswa yang terpaksa belajar mandiri. Dalam artian tidak terjadi interaksi dengan gurunya melalui pemanfaatan sistem teknologi informasi. Namun dia mengaku, tiap siswa sudah diberi tugas untuk dikerjakan di rumah masing-masing, dan orang tua diimbau turut mendampingi.

"Jadi evaluasinya ada yang jalan terkait pembelajaran daring, ada juga yang tidak. Minimal kita hindari dulu ada aktivitas kumpul-kumpul di sekolah. Ini masih kita upayakan bisa perbaiki terus sistemnya," pungkas Sabri.



(man)