alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kasus Penolakan Pemakaman Jenazah Covid-19 Naik ke Penyidikan

Herni Amir

SUNGGUMINASA - Aparat Polres Gowa kini meningkatkan status kasus penolakan pemakaman jenazah yang terpapar Covid-19 di lahan milik Pemrov Sulawesi Selatan (Sulsel) di Samata, Kabupaten Gowa.

"Ini sudah dinaikkan ke sidik," ungkap Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Jumat (3/4/2020).

Dia menerangkan, dalam insiden penolakan yang terjadi pada Kamis (2/4/2020) kemarin, lima orang diamankan. Adapun kelimanya masing-masing, MY (32) warga Jalan Teratai Indah Macanda Kelurahan Romangpolong. RS (40), swasta, warga Jalan Teratai Indah Macanda Kelurahan Romangpolong.



Kemudian MJ (45) dan HM (48) warga Jalan teratai Indah macanda Kelurahan Romangpolong serta SM (48), warga Jalan Mustafa Daeng Bunga Romangpolong.

Menurut AKP Mangatas, kepolisian sudah berupaya memberikan edukasi melalui imbauan namun tidak diindahkan. Sehingga dilakukan upaya paksa dan mengamankan lima warga.

"Kami terus mengintensifkan pemeriksaan terhadap kelima terduga pelaku dan berharap kasus ini dapat segera dirampungkan," ucapnya.

Yang pasti kata dia, ketegasan pihak kepolisian Polres Gowa dalam menyikapi penolakan pemakaman terhadap korban Covid-19 pasti dilakukan. Apalagi pihak Polres Gowa tak ingin penolakan yang terjadi di berbagai daerah terhadap para korban terjadi di Kabupaten Gowa.

Diketahui, puluhan warga mengadang mobil ambulans di Jalan Macanda, sebagai aksi penolakan pekuburan Samata dijadikan lokasi pemakaman pasien PDP maupun pasien positif Covid-19. Pekuburan Samata itu merupakan lahan milik Pemprov Sulsel.

Mobil ambulans tersebut membawa jenazah berjenis kelamin perempuan dan mobil pengawal bertuliskan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Sulsel. Warga setempat menutup jalan dengan batang pepohonan. Bahkan membakar ban.

Keluarga yang khawatir jenazah keluarganya tak bisa dimakamkan, terlibat adu mulut dengan warga setempat.

Untuk menghindari kericuhan, petugas kepolisian dan aparat TNI yang mengawal jenazah terpaksa berbalik arah. Rombongan pergi meninggalkan lokasi pemakaman Samata lalu mencari lokasi pemakaman lain.

Kapolres Gowa AKBP Boy Samola menyayangkan sikap mereka yang tidak mengindahkan imbauan dan upaya pendekatan yang aparat lakukan. Di mana mereka tetap bersikeras menolak dilakukannya pemakaman terhadap korban yang diduga terjangkit virus corona.

"Kemudian kami bertindak dan mengamankan kelima orang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," urainya.

Boy juga kembali mengingatkan kepada seluruh warga Kabupaten Gowa khususnya yang berdomisili di sekitar lokasi pemakaman milik Pemprov Sulsel untuk tidak melakukan penolakan, apalagi melawan hukum terkait dilakukannya pemakaman terduga korban Covid-19.

Jika tetap memaksakan kehendak, maka Polres Gowa dan Kodim 1409 Gowa tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap warga.



(man)