alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jenazah Bocah Leukemia Ditolak Warga karena Dikira Kena Covid-19

Muhammad Subhan

PANGKEP - Nasib malang dialami keluarga almarhum Wahid (10) warga Pualu Sabutung, Desa Mattiro Lanka, Kecamatan Liukang Tupabiring Utara. Pemakaman almarhum mendapatkan penolakan keras dari warga pada Kamis malam, (2/4/2020).

Wahid merupakan penderita leukimia yang dirawat dan meninggal dunia di RS Wahidin Sudirohusodo Makassar. Namun informasi yang beredar di masyarakat, bocah tersebut menderita Covid-19 sehingga masyarakat enggan menerima jenazahnya untuk dimakamkan di Pulau Sabutung.

Wahid adalah anak dari pasangan Ramina dan Darwis menderita leukemia sejak 1 tahun lalu, dan menjalani pengobatan di Rumah sakit Wahidin Makasar.



Kepala Desa Mattiro Kanja Kecamatan Tupa biring Utara, Muzakir mengatakan, warga menolak karena jenazah berasal dari RSUD Wahidin dimana banyak pasien covid 19 di rawat.

"Warga tidak setuju jenazah dimakamkan disini karena menurut info yang berkembang di masyarakat almarhum saat di rawat berdekatan dengan pasien covid-19," jelasnya, Jumat (3/4/2020).

Meski keluarga membawa diagnosa dari Rumah Sakit Wahidin Makasar menyebutkan bahwa pasien meninggal karena leukemia, jenazah bocah malang tetap di tolak warga.

Selain di tolak di Pulau Sabutung, jenazah Wahid juga di tolak di kampung orang tuanya di pulau Polewali Desa Mattiro Labangeng kecamatan liukang Tupa biring Utara.

Kepala Mattiro Labangeng, Musmuliadi mengatakan, kalau dirinya bersama Bhabinkamtibmas siap menfasilitasi jenazah namun warga menolak dengan berbagai alasan.

"Warga mau terima asalkan jenazah sudah di mandikan dan di kafani, jadi di sini tinggal di kebumikan," jelasnya.

Setelah di tolak di dua pulau, jenazah Wahid akhirnya di bawah kekampung Majennang Desa Bulu Cindea Kecamatan Bungoro Pangkep di rumah kerabatnya.

Sebelum dibawa ke Pangkep, keluarga Almarhum juga kesulitan mendapatkan biaya untuk pemulangan jenazah ke Pangkep karena kedua orang tua merupakan warga kurang mampu.



(agn)