alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Sistem Rujukan Rumah Sakit Covid-19 di Sulsel Perlu Dibenahi

Tri Yari Kurniawan

SINJAI - Bupati Sinjai, Andi Seto Asapa, menyarankan pembenahan sistem rujukan rumah sakit yang menangani kasus virus corona alias covid-19 di Sulsel. Hal itu disampaikannya merujuk fenomena di lapangan, dimana ada pasien yang dirujuk terlalu jauh, padahal ada rumah sakit rujukan tidak jauh dari asal daerah sang pasien.

RSUD Sinjai misalnya yang menangani PDP covid-19 asal Kabupaten Luwu Timur (Lutim). Padahal, jarak Lutim dan Sinjai sangat jauh. Di dekat Lutim, kata Seto, sebenarnya ada RSUD Lakipadada di Kabupaten Tana Toraja (Tator) yang berstatus rujukan corona.

"Di RSUD Sinjai telah merawat satu pasien PDP dari Kabupaten Luwu Timur, padahal jika dilihat dari wilayah cakupan seharusnya pasien ini di rujuk ke rumah sakit rujukan yang ada di Kabupaten Tator," kata Seto, saat melakukan video conference dengan Wagub dan Kepala Daerah se-Sulsel, seperti dilansir laman resmi Pemkab Sinjai, Jumat (3/4/2020).



"Ya sehingga kesulitan kami pasien ini dinyatakan sembuh, namun tidak ada keluarga yang menjemputnya," sambung Seto.

Pada kesempatan itu, Seto juga melaporkan antisipasi dan penanganan covid-19 di Sinjai. Sejauh ini, daerahnya masih nirkasus positif corona. Kondisi Sinjai diklaimnya masih tetap aman dan terkendali dengan baik.

“Alhamdulillah keadaan tetap aman, untuk pasien positif corona belum ada dan semoga ini tetap bertahan. Untuk PDP ada lima orang dan ODP ada 132 orang," urai Bupati Sinjai.

Protokol Cegah Covid-19
Terkait protokol penanganan pencegahan penularan covid-19, Seto menyampaikan pihaknya sudah menerapkan lima langkah strategis. Di antaranya yakni pengawasan di sembilan pintu perbatasan, komunikasi physical distancing dan social distancing, protokol transportasi dan area publik, peliburan anak sekolah dan protokol penanganan kesehatan.

Khusus dampak perekonomian, Bupati Sinjai melaporkan bahwa harga pangan di pasaran masih stabil. Toh, saat ini daerahnya tengah memasuki musim panen dan bahkan ada yang harganya turun.

Sementara untuk barang produksi pabrikan, seperti tepung dan gula pasir diakuinya ada kenaikan harga. Hal itu karena terbatasnya stok yang ada sehingga masyarakat kesulitan untuk memperoleh barang tersebut.



(tyk)