alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Seruan Gubernur Sulsel: Jangan Tolak Pemakaman Korban Corona

Tri Yari Kurniawan

MAKASSAR - Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, menyerukan kepada warganya agar tidak lagi menolak pemakaman jenazah pasien virus corona alias covid-19. Ditegaskannya, pasien positif corona maupun yang masih berstatus pasien dalam pengawasan (PDP), ketika dikuburkan akan merujuk protokol badan kesehatan dunia alias WHO yang tentunya aman dan steril.

"Terkait masih adanya penolakan jenazah covid-19 yang akan dimakamkan, saya meminta kepada warga untuk tidak lagi melakukan hal tersebut," tulis Gubernur Nurdin di akun Instagram miliknya, Jumat (3/4/2020).

Bersamaan dengan seruan itu, Gubernur Nurdin juga menampilkan foto kolase pemberitaan media. Mulai dari pemberitaan terkait masih adanya penolakan pemakaman korban corona di Sulsel hingga pemberitaan ihwal ancaman pidana serta kepastian bahwa jenazah korban covid-19 aman untuk dimakamkan di TPU.



Gubernur Nurdin melanjutkan tidak ada alasan untuk menolak pemakaman korban corona. Toh, covid-19 bukanlah aib. Selain itu, virus sudah tidak bisa menyebar jika jenazah sudah dikebumikan. "Korban meninggal akibat covid-19 itu bukan aib, virus juga sudah tidak menyebar jika jenazah sudah dikuburkan."

"Jenazah pun sudah melalui proses pemulasaran hingga pemakaman sesuai aturan yang ditetapkan badan kesehatan dunia WHO, begitu pun petugas yang membawa dan menguburkan jenazah sudah menggunakan perlengkapan sesuai standar protokol covid-19," sambung mantan Bupati Bantaeng dua periode itu.

Olehnya itu, Gubernur Nurdin meminta pengertian segenap warga Sulsel untuk tidak lagi menolak jenazah pasien corona. "Jadi saya minta pengertian kepada kita semua agar tidak lagi menolak jenazah, dan mari kita doakan mereka yang meninggal agar diberi tempat yang baik di sisi Allah SWT," tutupnya.

Diketahui dalam sepekan terakhir, terjadi beberapa penolakan pemakaman korban corona. Insiden itu terjadi di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Khusus di Gowa, polisi sudah menangkap lima orang yang diduga provokator.



(tyk)