alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

14 Kasus Baru Positif Covid-19 Tersebar di Makassar dan Pinrang

Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Jumlah kasus positif Covid-19 di Sulsel bertambah 14 kasus menjadi total 80 pasien pada Jumat, (3/04/2020). Angka ini meningkat signifikan dimana sehari sebelumnya tetap pada angka 66 kasus positif virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari menyebutkan, peningkatan kasus positif ini setelah adanya hasil pemeriksaan uji Covid-19 di dua laboratarium di Makassar. Dari 114 spesimen yang diperiksa, didapatkan hasil 14 spesimen dinyatakan positif.

"14 positif ini terdistribusi dari sisi domisilinya, 13 di Makassar dan 1 Kabupaten Pinrang," ujar Ichsan saat melakukan video conference, Jumat, (03/04/2020).



Dia melanjutkan, bertambahnya kasus positif ini memperkuat bahwa pola penyebaran virus di Sulsel melalui local transmission. Dalam artian, penyebarannya karena kontak antar warga lokal di Sulsel.

Semabari melakukan tracing contact tindak laniut atas kasus ini, upaya physical distancing terus diimbau agar semakin disiplin dilakukan oleh warga agar tidak ikut terdampak.

Dalam kesempatannya, Ichsan turut meluruskan terkait data kasus positif yang dilaporkan tim gugus pusat, dimana disebut ada total 82 kasus positif di Sulsel. Namun Ichsan mengklarifikasi, berdasarkan domisili, hanya 80 di Sulsel sementara dua lainnya merupakan warga luar Sulsel namun pemeriksaan lab sempat dilakukan di Makassar.

"Kami verifikasi data bahwa ada 16 sebenarnya, tapi ternyata ada dua dari Sulawesi Tenggara, Kolaka dan Majene (Sulawesi Barat). Jadi penambahan kasus di Sulsel cuma 14, dan totalnya 80 kasus," ucap dia.

Bahkan dia melaporkan, adapula penambahan pasien 1 sembuh, dimana sebelumnya sudah teecatat 4 pasien sembuh. Hanya saja, Ichsan belum membeberkan lebih jauh terkait data pasien sembuh dimaksud.

"Saya perlu sampaikan ada penambahan satu pasien sembuh. Tapi teman-teman belum ada data rincinya," sambungnya.

Data pantauan di portal Covid-19 Sulsel per tanggal 3 April 2020 pukul 20.57 WITA, tercatat sebanyak 1.725 orang dalam pemantauan. Lalu pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 172 orang, dengan rincian 150 masih dirawat, 12 sehat, dan 10 meninggal.

PDP yang meninggal diketahui meningkat signifikan atau bertambah 6 kasus dari sehari sebelumnya. Data pantauan di portal resmi Covid-19 Sulsel per tanggal 3 April lalu, angka PDP sebanyak 123 orang dimana 107 diantaranya masih dirawat, 12 sehat, dan 4 dinyatakan meninggal.

Ichsan menuturkan, selama ini dari hasil pemeriksaan uji lab, sebagian besar PDP dengan hasil negatif, dibanding positif. Diapun mengaku masih akan menganalisis peningkatan angka kematian status PDP.

"Yang meninggal kemarin PDP tentu kita tidak katakan positif semua, ada juga yang meninggal hasil labnya negatif. Tapi Insyaallah saya akan lakukan vicon analisis kematian ini. Bukan mencari mana yang salah, kita coba lihat bagaimana sistemnya karena inikan pandemi yang cepat dan tidak kita duga," paparnya.

Meski begitu, Ketua IDI Wilayah Sulsel ini menambahkan, rata-rata pasien PDP yang meninggal karena adanya penyakit lain yang sebelumnya dialami pasien. Disamping terdeteksi mengalami gejala Covid-19.

Pihaknya pun masih menunggu hasil spesimen lain dari pasien PDP yang dilakukan uji Covid-19, baik di laboratorium Unhas dan Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Makassar. Apalagi dia tak menampik, bahan uji Covid-19 di dua lab itu mulai terbatas.

"Yang dimaksud di BBLK dan Unhas memang kita kekurangan tapi sampai sekarang kita sudah pesan di pusat bagaimana menambah ini," ujarnya. Lanjut Ichsan, pemeriksaan uji Covid-19 di dua lab itu diprediksi masih bisa bertahan maksimal 4 hari ke depan.

"Sekarang masih ada (bahan uji covid-19). Perhitungan kita kurang karena melihat tren pemeriksaan (PDP) yang cenderung meningkat. Kita prediksi 3-4 hari kalau tidak ada datang (dari pusat), kita sudah tidak bisa kita lakukan lagi pemeriksaan lab," papar dia.



(agn)