alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Akses KOR Sudiang Ditutup, Aktivitas Pedagang Dihentikan

Syachrul Arsyad

MAKASSAR - Akses masuk ke Kawasan Olahraga (KOR) Sudiang ditutup sementara. Semua fasilitas keolahragaan yang ada di area tersebut tidak boleh dipergunakan hingga wabah virus corona, covid-19, mereda.

"Sudah tidak ada. Kita sudah hentikan sudah lama. Sejak awal-awal social distancing itu kita langsung terapkan. Awal-awal work from home, kita langsung close di sana," tegasĀ  Kepala Dispora Sulsel, Andi Arwin Azis kepada SINDOnews.

Dia menjelaskan, penutupan ini untuk menghindari keramaian. Langkah ini dinilai efektif juga untuk memutus penyebaran mata rantai virus corona di Sulsel.



Tidak hanya bagi warga yang seringkali memanfaatkan sarana fasilitas olahraga, KOR Sudiang juga ditutup aksesnya buat berdagang. Sebelumnya, pedagang kaki lima memang diakui banyak yang berjualan di tempat itu.

"Termasuk aktivitas pedagang kita sudah hentikan. Kita tutup akses masuk di KOR Sudiang. Kalau hari Minggu kan dulunya ramai disana, biar orang olahraga. Sekarang kita tutup sama sekali," tambah dia.

Selain menutup akses masuk dan beraktivitas KOR Sudiang, Dispora Sulsel juga telah membangun tempat cuci tangan bagi masyarakat. Hal ini dilakukan agar masyarakat bisa membiasakan diri cuci tangan.

Kata Arwin, setidaknya ada tiga wastafel di sekitar KOR Sudiang yang telah dibangun. Untuk sementara, ditempatkan di tiga titik, baik di sekitar pintu masuk maupun pintu keluar di kawasan olahraga itu.

"Kita bangun di depan pintu masuk untuk masyarakat mulai membiasakan cuci tangan. Kita ada tiga titik di sekitar situ. Ada juga di dekat akses pintu keluar," ujar Arwin.

Selain tiga titik itu, pihaknya masih akan menambah wastafel lagi di beberapa titik. Arwin berharap, tempat cuci tangan ini bisa dimanfaatkan warga yang bermukim di sekitar KOR Sudiang.

Hal ini pun sekaligus mengedukasi warga agar tetap beraktivitas hidup sehat melalui gerakan cuci tangan. "Nanti akan ditambah lagi beberapa titik. Karena ini masih kurang. Kita harap ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga," jelas Arwin.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari turut meminta agar masyarakat Sulsel patuh pada instruksi pemerintah. Dengan menjaga jaga dan tetap di rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Hal ini dilakukan untik mencegah penyebaran virus lebih luas di Sulsel.

Apalagi di Sulsel peningkatan kasus terdampak Covid-19 cukup tinggi. Dia mengaku, angka peningkatan kasus akan terus bertambah jika masyarakat tidak patuh akan imbauan pemerintah.

"Kita sekarang mulai prinsip, kalau tidak patuh apa yang disampaikan maka setiap orang tanpa kecuali harus bertanggung jawab setiap adanya kenaikan jumlah ODP dan PDP dan tingginya secara keseluruhan angka Covid-19," tegas Ichsan



(sss)