alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Ikuti Jejak Uruguay, Kanada Bakal Jadi Negara Melegalkan Ganja

Berlianto
Ikuti Jejak Uruguay, Kanada Bakal Jadi Negara Melegalkan Ganja
Ilustrasi/SINDOnews

TORONTO - Uruguay tercatat sebagai negara pertama yang membuat payung hukum melegalkan barang terlarang jenis ganja. Kali kini, Kanada mengikuti jejak Uruguay menyusul Senat Kanada memberikan keputusan akhir dari rancangan undang-undang legalisasi ganja.

Meskipun begitu, Kanada harus menunggu setidaknya beberapa bulan agar regulasi tersebut berlaku. Kanada menjadi negara kedua di dunia yang telah membuat payung hukum untuk ganja.

Pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau berharap regulasi itu akan berlaku pada 1 Juli mendatang. Namun pemerintah mengatakan pemerintah provinsi dan teritorial membutuhkan setidaknya sampai 12 minggu setelah penerimaan dan persetujuan Senat kerajaan untuk mempersiapkan penjualan ritel. Pemerintah Trudeau diharapkan memutuskan legalisasinya pada awal atau pertengahan September.

“Sangat mudah bagi anak-anak kita untuk mendapatkan ganja - dan bagi para penjahat untuk meraup untung. Hari ini, kita ubah itu. Rencana kami untuk melegalkan & mengatur ganja baru saja melewati Senat,” cuit Trudeau di akun Twitternya seperti dikutip dari AP, Rabu (20/6/2018).

Kanada mengikuti jejak Uruguay dalam memungkinkan pasar ganja legal di seluruh negeri, meskipun masing-masing provinsi Kanada sedang menyusun aturannya sendiri untuk penjualan ganja. Pemerintah federal dan provinsi-provinsi juga masih perlu menerbitkan peraturan yang akan mengatur perdagangan ganja.

RUU itu disahkan di Senat dengan suara 52-29.

"Kami telah melihat di Senat malam ini sebuah suara bersejarah yang mengakhiri larangan pelarangan ganja selama 90 tahun di negara ini, 90 tahun kriminalisasi yang tidak perlu, 90 tahun dari pendekatan yang baru saja mengatakan tidak ada obat yang belum berhasil," kata Senator independen Tony Dean, yang mensponsori RUU ini di majelis tinggi.

Kanada adalah negara maju terbesar untuk mengakhiri pelarangan penggunaan marijuana secara nasional. Di negara tetangga yaitu AS, sembilan negara bagian dan District of Columbia telah melegalkan ganja. California, rumah bagi satu dari delapan orang Amerika, meluncurkan pasar ganja legal terbesar di Amerika Serikat pada Januari.

Pemerintah Kanada sebagian besar mengikuti saran dari satuan tugas marijuana yang dipimpin oleh mantan Menteri Kesehatan Liberal Anne McLellan serta saran dari mantan Kepala Polisi Toronto Bill Blair, yang merupakan sekretaris parlemen untuk menteri kehakiman.

Satuan tugas merekomendasikan orang dewasa diizinkan untuk membawa hingga 30 gram pot dan tumbuhan hingga empat tanaman. Rekomendasi itu juga mengatakan ganja tidak boleh dijual di lokasi yang sama dengan alkohol atau tembakau.

Aspek paling kontroversial dari langkah Kanada untuk melegalisasi ganja secara nasional telah menetapkan usia minimum untuk pengguna yaitu pada usia 18 atau 19, tergantung pada provinsi. Usia itu lebih rendah daripada di negara bagian AS yang telah menerima legalisasi.

Advokat berpendapat bahwa menempatkan batas pada 21 akan mendorong pasar gelap dan mendorong pemuda ke tangan para penjahat. Tetapi beberapa ahli kesehatan khawatir bahwa usia yang lebih rendah akan mendorong penggunaan zat yang dapat memiliki konsekuensi jangka panjang pada otak yang masih matang.

Para senator konservatif tetap bersikukuh menentang legalisasi.

"Kami akan memiliki semua yang terlibat dalam perdagangan ganja ilegal sekarang menjadi perusahaan besar," kata Senator Konservatif Leo Housakos.

Ketika Anda menormalkan penggunaan marijuana dan Anda adalah orang muda dan Anda memiliki keberatan tertentu karena fakta sederhana bahwa itu ilegal, saya yakin ada kecenderungan untuk memiliki seseorang lebih cenderung untuk menggunakannya," imbuhnya.



(bds)

Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads