alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dewan dan Kopel Harap Partisipasi Masyarakat Awasi Kecurangan

Hasdinar Burhan
Dewan dan Kopel Harap Partisipasi Masyarakat Awasi Kecurangan
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Anggota legislator Makassar, Abdi Asmara berharap kepada masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulsel 2018. Utamanya potensi kecurangan di Pilwalkot Makassar 2018.

Menurut dia selaku Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Makassar, proses pemilihan kepala daerah ini merupakan pesta demokrasi lima tahun sekali. Karena itu, ia berharap proses ini berjalan damai dan aman. Karena itu, ia mengimbau masyarakat kota Makassar ikut memantau dan mengawasi

“Apalagi ini kan pesta demokrasi ini dilaksanakan lima tahun sekali, saya kira waktunya sekarang warga Kota Makassar untuk menyalurkan  hak suara mereka. Kita juga menghimbau supaya penyelewengan-penyelewengan terjadi di pemilihan kab/kota ini. Semua masyarakat bisa mengawasi,” katanya, Selasa (26/6/2018).



Lebih lanjut ia mengimbau agar setiap kecurangan yang masyarakat dapatkan agar dilaporkan kepada lembaga-lembaga pengawasan, seperti Panwaslu, pemantau independen, dan pihak kepolisian. Apalagi, kecurangan Pilkada jelas merupakan pelanggaran pidana.

Wakil Ketua Komisi Abd Wahab Tahir pun menilai jika kecurangan selalu saja muncul di hari menjelang pencoblosan. Berbagai modus kecurangan biasanya dilakukan sehari sebelum pencoklikan,seperti praktek politik uang.

“Praktek ini selalu saja terjadi menjelang pemilihan. Apalagi jika sehari menjelang pencoblosan. Ini yang perlu diawasi,” kata legislator Partai Golkar ini.

Sementara itu, Koordinator Advokasi Komite Pengawas Legislatif (Kopel) Indonesia, Anwar Razak mengatakan tahapan pencoblosan Pilkada Serentak  tinggal 1 hari lagi. Meskipun telah dinyatakan sebagai hari tenang, namun tidak berarti potensi kecurangan-kecurangan Pilkada tidak ada lagi.

"Justru hari-hari menjelang hari pencoblosan adalah hari yang sangat rawan terhadap kecurangan. Kopel melihat bahwa dalam setiap pesta demokrasi baik Pilkada Gubernur maupun kabupaten/kota praktek politik uang selalu dilakukan bahkan dimodifikasi dengan berbagai macam modus,” sebutnya.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook