alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Resmikan PLTB Sidrap, Jokowi Sebut Seperti Berada di Eropa

Tim Sindonews
Resmikan PLTB Sidrap, Jokowi Sebut Seperti Berada di Eropa
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat meresmikan PLTB Sidrap. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews

SIDRAP - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangkit listrik tenaga bayu/angin (PLTB) terbesar di Asia Tenggara di Desa Mattirotasi dan Desa Lainungan, Kecamatan Watang Pulu, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Senin (2/72018). Peresmian ini menjadi sejarah baru dalam industri energi terbarukan nasional.

Orang nomor satu di Indonesia ini menyebut dirinya seperti di Eropa saat meresmikan kebun kincir angin raksasa tersebut.

"Kita lihat, di sini berputar semua baling-balingnya, artinya angin di sini lebih dari cukup. Saya merasa kok kayak di Belanda. Kayak di Eropa tapi di Sidrap," sebut Presiden Jokowi saat meresmikan PLTB ini.



Pada peresmian tersebut, Jokowi didampingi oleh Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan Soni Sumarsono, Menteri Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, Menteri BUMN Rini Soemarno, Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dan Bupati Sidrap Rusdi Masse meresmikan PLTB Sidrap dengan penekanan tombol sirine dan penandatangan prasasti peresmian.

Bahkan, PLTB Sidrap ini resmi masuk ke sistem kelistrikan Sulsel pada 4 April lalu. Dengan nilai total investasi sebesar US$150 Juta, PLTB ini menghasilkan menghasilkan listrik 75 Mega Watt (MW) dengan mwnggunakan 30 kincir angin didirikan diatas lahan seluas 100 hektar. 150 ribu rumah tangga bisa dialiri listrik.

PLTB Sidrap hadir di Indonesia berkat upaya dan komitmen perusahaan pengembang, PT UPC Sidrap Bayu Energi yang merupakan gabungan tiga perusahaaan sarat pengalaman di industri energi terbarukan: UPC Renewables, PT Binatek Energi Terbarukan, dan AC Energi. PT UPC Sidrap Bayu Energi mengembangkan proyek PLTB Sidrap pada tahun 2013 dan menyelesaikan proyek ini sebelum tenggat yang ditentukan dalam kontrak dengan PT PLN (Persero).

Jokowi menyebutkan, bahwa negara Indonesia memiliki potensi energi sumber daya terbarukan yang sangat besar. Bukan hanya pembangkit tenaga uap dari batubara, tetapi juga energi matahari dan angin.

"Itu yang akan kita kembangkan ke depan, jelas ada karena potensinya sangat besar," kata Jokowi.

Di Indonesia bagian selatan misalnya, Jawa bagian timur itu, Jokowi menyebutnya sangat besar.

Untuk investasi seperti ini, awalnya tinggi tetapi semakin lama akan semakin murah. Semakin banyak yang berinvestasi juga akan semakin menguntungkan selain berkompetisi, harga semakin turun. Harga listrik juga akan memberikan daya saing terutama industri.

Energi terbarukan adalah energi pilihan bagi masa depan Indonesia.

"Inikan pilihan-pilihan kita, kalau kita melihat visi ke depan, yang terbarukan, meskipun harga yang kita dapatkan masih relatif lebih tinggi dari, dibandingan dengan PLTU dan ke depan kompetisinya akan semakin banyak dan akan semakin murah," sebutnya.

Untuk energi panas bumi (Geothermal) yang diperkirakan memiliki potensi sebesar 29 ribu MW dan baru kurang lebih 2 ribu yang dikerjakan. Artinya belum 10 persen pun yang dikerjakan

Ditargetkan tahun 2025 energi Indonesia, 23 persen berasal dari energi terbarukan.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads