alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Pengamat: Hasil Rekap Tingkat PPK Tidak Jauh Beda Dengan KPU

Kurniawan Eka Mulyana
Pengamat: Hasil Rekap Tingkat PPK Tidak Jauh Beda Dengan KPU
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - KPU Makassar akan melakukan rekapitulasi perhitungan suara hari ini, setelah di tingkat PPK sudah seluruhnya rampung.

Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan pada tingkat PPK menunjukkan bahwa kolom kosong meraih suara lebih tinggi yakni 300.795 suara (53.23%) dari paslon tunggal, Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) yang meraih 264.245 suara (46.77%) atau selisih 36.550 suara (6.47%) dari jumlah suara sah 565.040.

Pengamat politik dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sukri Tamma menilai, kemenangan kolom kosong berdasarkan rekapitulasi di tingkat PPK, hasilnya tidak akan berbeda dengan rekapitulasi di tingkat KPU.

Apalagi, pada dasarnya data dalam penghitungan suara pada level manapun, bersumber dari hal yang sama, yakni Form C1. Jika rekap di tingkat PPK dilakukan dengan teliti dan prinsip kehati-hatian serta profesional, maka hasil tersebut tentu akan sama dengan hasil penghitungan oleh KPU nantinya.

"Dengan demikian, jika terdapat perbedaan maka hal tersebut tentu bisa ditelusuri sumber kekeliruannya, jika memang ada," tuturnya.

Selain itu, sangat banyak masyarakat Makassar yang secara pribadi hadir pada proses rekapitulasi di tingkat TPS maupun PPK, serta mempunyai data langsung dari TPS di sekitar wilayahnya. Sehingga akan ada kontrol dari masyarakat.

Sukri melanjutkan, dengan kondisi ini sangat riskan bagi penyelenggara jika ada yang mencoba memanipulasi data, yang merupakan suara masyarakat.

"Selain itu lembaga pengawas pemilu juga memiliki data yang sama. Hal ini tentu disadari betul oleh pihak penyelenggara, dalam hal ini KPU," ujarnya.

Sukri juga berpendapat, kemampuan kolom kosong meraih suara lebih besar daripada paslon tunggal, merupakan cerminan bahwa masyarakat tidak setuju untuk dipimpin oleh paslon yang ada.

Meski demikian, Sukri menilai dalam kontestasi seperti pilkada, kemenangan dan kekalahan merupakan hal atau fenomena yang biasa.

"Menjadi menarik karena menurut hasil rekap tersebut lebih banyak masyarakat memilih untuk tidak setuju pada satu satunya pasangan kandidat yang ada yakni Appi-Cicu," tegasnya.

Menurut dia, hal ini menujukkan bahwa pasangan tersebut, serta seluruh komponen pendukungnya belum mampu meyakinkan mayoritas warga pemilih Makassar untuk mendukung mereka. Meskipun pasangan tersebut didukung oleh banyak partai politik, dan tidak ada pasangan lawan yang secara real menjadi lawan tandingnya.

Ini juga menunjukkan bahwa masyarakat pemilih memiliki logika sendiri dalam memilih yang berbeda dengan partai politik. "Kenyataan tersebut juga menunjukkan bahwa meski tidak terlihat secara massif, namun pihak-pihak yang mendukung kotak kosong bekerja dengan efektif dalam memengaruhi pilihan masyarakat," imbuhnya.

Hasil tersebut dinilainya juga menunjukkan adanya banyak pihak yang memiliki kepentingan sama dalam memenangkan kolom kosong, meski tujuan akhirnya mungkin berbeda beda.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads