alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ketersediaan Fasilitas Olahraga di Makassar Masih Minim

Vivi Riski Indriani
Ketersediaan Fasilitas Olahraga di Makassar Masih Minim
Lapangan Karebosi, Makassar, menjadi alternatif masyarakat untuk melakukan aktifitas olahraga. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Ketersediaan fasilitas Olahraga di Makassar masih minim oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, program peningkatan sarana dan prasarana olahraga untuk ketersediaan fasilitas olahraga masih sekitar 18%.

Hal ini diterungkap saat Pemkot Makassar melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar monitoring dan evaluasi (monev) kinerja seluruh SKPD.

Melihat minimnya fasilitas olahraga, Kepala Dispora Kota Makassar, Achmad Hendra berdalih lambannya peningkatan sarana dan prasarana olahraga lantaran adanya kendala di sistem administrasi.



"Program tersebut (pengadaan fasilitas olahraga) sebagian besar melalui proses lelang. Sementara pada proses itu, kita harus menghitung dengan cermat berapa nilai HPS yang harus kita bicarakan dengan konsultan. Setelah itu dicocokkan dengan HPS ada kendala, jadi lebih ke administrasi sebenarnya prosesnya ini. Setelah itu baru kita bisa lelang, jadi kita tidak bisa segera memang karena kita harus mencocokkan beberapa hal," pungkasnya.

Kata dia, ada beberapa hal yang mesti dicocokkan sebelum pengadaan fasilitas olahraga itu dilakukan. Misalnya melihat harga perkiraan sendiri (HPS) yang harus dicocokkan dengan harga barang saat ini, serta kondisi wilayah yang manjadi sasaran pengadaan sarana dan prasarana olahraga.

"Insha Allah, minggu depan itu sudah kita lelang (fasilitas olahraga). Tapi tidak selaligus, itu terpecah-pecah, karena ada beberapa titik," aku Hendra.

Lanjutnya, ada lima wilayah tahun ini yang mendapatkan sarana dan prasarana olahraga. Diantaranya, Kecamatan Biringkanayya, Sangkarrang, dan Rappocini. Rata-rata, kata dia adalah pengadaan lapangan olahraga.

"Rencananya disetiap kecamatan, tapi kita mengefisienkan anggaran sehingga wilayah yang sudah mendapat fasilitas tahu lalu tidak kita anggarkan tahun ini, seperti Kecamatan Panakkukang (sudah ada tahun lalu lapangan tennis)," lanjutnya.

Diketahui, anggaran yang digelontorkan untuk Dispora Kota Makassar sekitar Rp23 miliar pada APBD 2018. Anggaran tersebut sudah termasuk untuk sekretariat dengan gaji pegawai.

Untuk diketahui, hasil rapat monev beberapa waktu lalu kinerja Dispora Makassar secara keseluruhan masih mencapai 51%.

Bahkan dari empat program utama, hanya satu program yang capaiannya diatas rata-rata. Sementara, tiga program lainnya berada pada kriteria kinerja rendah dan sangat rendah.

Ketiganya yaitu, program peningkatan upaya penumbuhan kewirausahaan dan kecakapan hidup pemuda, dimana jumlah pemuda yang berwirausaha baru mencapai 52%. Program pembinaan pemasyarakatan olahraga, dimana jumlah cabang olahraga yang berprestasi tingkat Asean baru sekitar 60%.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook