alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Selisih Maksimal 0,5%, Syarat Gugatan Hasil Pilwalkot Makassar

Kurniawan Eka Mulyana
Selisih Maksimal 0,5%, Syarat Gugatan Hasil Pilwalkot Makassar
Pakar Hukum Tatanegara dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Aminuddin Ilmar, mengatakan gugatan yang bisa diajukan ke MK saat ini, adalah gugatan sengketa hasil pilkada. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Pakar Hukum Tatanegara dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Aminuddin Ilmar, mengatakan gugatan yang bisa diajukan ke MK saat ini, adalah gugatan sengketa hasil pilkada.

Menurutnya, untuk dapat mengajukan sengketa hasil pilkada ke MK, penggugat harus memenuhi syarat batas maksimal selisih suara, seperti yang diatur dalam pasal 158 Undang-undang nomor 10 tahun 2016.

"Jadi kalau ketentuan pasal 158 UU no 10 tahun 2016, selisihnya untuk Pilwali Makassar tidak lebih dari 0,5% (dari total suara sah) karena penduduknya di atas 1 juta jiwa," jelasnya Senin (9/7/2018).

Jika syarat tersebut sudah terpenuhi, barulah masuk pada penyebab terjadinya selisih suara. Misalnya karena adanya dugaan pelanggaran yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Nanti MK akan menghitung, apakah selisih suara yang dipersoalkan itu bisa memenuhi atau melebihi dari paslon yang telah ditetapkan. Jadi bukan diajukan dalam konteks sengketa pelanggaran. Itu tidak akan diterima oleh MK karena ini sengketa hasil," imbuhnya.

Dia menjelaskan, hal itulah yang akan coba dibatasi dengan adanya putusan mahkamah. Kalau pelanggaran silakan ke Bawaslu. Itu pun tidak akan mengubah hasil," pungkasnya.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads