alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan Tolak Kehadiran Trump di London

Tim Sindonews
Puluhan Ribu Orang Turun ke Jalan Tolak Kehadiran Trump di London
Puluhan ribu orang di London turun ke jalan pada Jumat (13/7/2018). Mereka menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke negara tersebut. Foto: /REUTERS/Simon Dawson

LONDON - Puluhan ribu orang di London turun ke jalan pada Jumat (13/7/2018). Mereka menolak kunjungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke negara tersebut.

Massa membawa spanduk dan memukul panci di jalan. Mereka menyerukan agar pemimpin Amerika itu diusir dari Inggris.

Kehadiran Trump di London merupakan kunjungan resmi pertamanya ke Inggris sejak dia berkuasa.

Lebih dari 64.000 orang telah terdaftar sebagai demonstran di London yang menolak kunjungan Trump. Demo penolakan Trump diperkirakan akan terjadi di kota-kota besar lain di seluruh negeri tersebut.

"Dump Trump," bunyi salah satu spanduk yang diusung para demonstran. "Jauhkan tangan Anda yang mungil dari hak-hak perempuan," bunyi spanduk lainnya. Selama demo berlangsung, massa meneriakkan; "Donald Trump harus pergi!".

Sebelumnya, para aktivis menerbangkan balon raksasa yang menggambarkan sosok Presiden Trump sebagai bayi yang mengenakan popok warna oranye yang menggeram. Balon bayi Trump diterbangkan di atas gedung parlemen.

"Saya ingin menjelaskan bahwa ketika Trump datang ke negara ini, kami tidak setuju dengan kebijakannya," kata Kimberley, 35, salah seorang aktivis yang ikut demo di pusat kota London.

"Saya pikir penting baginya untuk melihatnya...itu akan menunjukkan pada orang-orang bahwa dia berprasangka terhadap kami," ujarnya, yang dikutip Reuters, Sabtu (14/7/2018).

Pemerintah Inggris menganggap hubungan dekatnya dengan Amerika Serikat sebagai hubungan khusus, di mana Perdana Menteri Theresa May yang berpacu menjalankan Brexit (keluarnya Inggris dari Uni Eropa) telah menyambut Trump.

Trump, yang tiba di Inggris pada hari Kamis, mengatakan kepada surat kabar Sun bahwa protes yang direncanakan terhadapnya di London dan kota-kota Inggris lainnya membuatnya merasa tidak diinginkan sehingga dia menghindari Ibu Kota Inggris.

Dia menghindari demonstrasi pada hari Jumat dengan bertemu PM May dan Ratu Elizabeth II di luar London.

"Saya kira ketika mereka mengeluarkan balon udara untuk membuat saya merasa tidak diinginkan, tidak ada alasan bagi saya untuk pergi ke London," katanya.

"Saya dulu suka London sebagai kota. Saya belum ada di sana dalam waktu yang lama. Tetapi ketika mereka membuat Anda merasa tidak diinginkan, mengapa saya akan tinggal di sana?."



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads