alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Jadi Kampus Favorit, Pendaftar Kampus UMI Membludak

Marhawanti Sehe
Jadi Kampus Favorit, Pendaftar Kampus UMI Membludak
Kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar harus berbangga karena terbukti menjadi kampus favorit. Di tahun 2018 ini, peminat calon mahasiswa baru (maba) di kampus yang di juluki islami ini semakin meningkat.

Meningkatnya jumlah peminat tersebut tentu saja dipengaruhi oleh keunggulan-keunggulan yang dimilikinya sehingga menjadi pilihan terbaik dari tahun ke tahun bagi masyarakat umum.

Ketua panitia penerimaan Mahasiswa Baru UMI Makassar, Prof Syahnur Said mengakui pendaftaran Maba di UMI tahun 2018 meningkat 25 persen dari tahun sebelumnya.

"Tahun ini peminat dan pendaftar Maba di UMI meningkat 25 persen dari tahun lalu," ujarnya usai Pemantauan tes Maba di kampus II UMI Makassar, tanggal 14 Juli, kemarin.

Menurut Syhanur yang juga menjabat wakil Rektor I, bidang akademika ini, pendaftaran yang dibuka lewat online dan offline sejak tanggal 2 Mei sampai 12 Juli 2018 membludak dengan jumlah pendaftar yakni sebanyak 9.987 orang.

Jumlah ini meningkat, karena tahun 2017 lalu pendaftar mahasiswa baru di UMI Makasar hanya mencapai 8 ribuan. Meski demikian, lanjut dia untuk penerimaan Maba UMI tahun ini hanya sekitar 4.500 orang.

"Jadi pendaftaran Maba yang ikut tes ebanyak 9.987 orang. Yang kita terima 4.500 orang, jumlah ini sesuai ketersediaan ruangan dan dosen," katanya.

Pada tes tertulis tahap pertama UMI menerapkan dua jenis tes yaitu Paper Based Test (PBT) dan Computer Based Test (CBT). Dimana PBT berlaku untuk calon mahasiswa baru yang memilih program studi di luar Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

"Sedangkan tes gunakan 183 ruangan di 11 Fakultas, untuk semua jurusan," ungkapnya.

Sedangkan, Rektor UMI Makassar, Prof Basri Modding sebelum memimpin civitas akademika melakukan pertanyaan tes. Ia mengajak civitas akademika UMI untuk bersyukur atas kelebihan jumlah Maba yang telah diberikan sang pencipta.

"Dengan syukur Allah akan menambah nikmat kita," katanya.

Oleh sebab itu, pada kesempatan ini. Mantan Direktur PPs UMI itu menyampaikan, perguruan tinggi sebagai lembaga pendidikan harus dipahami sebagai pelayan.

Dengan demikian, dirinya mengajak pimpinan serta staf agar melayani mahasiswa dengan setulus hati. Lemah lembut kepada masyarakat siapa saja untuk aktivitas keseharian.

"Kami juga akan melakuka keseimbangan antara IT dengan SDM. Pada intinya jika menyambung tali silaturahmi, maka harus melakukan pelayanan lebih baik yakni pelayanan prima untuk masyarakat atau mahasiswa yang membutuhkan," tuturnya.

Sekretaris Pelaksana Kopertis IX, Dr Hawigyo MM yang hadir memantau ujian tes Maba mengimbau agar prestasi yang kini melekat di kampus UMI terus dipertahankan.

Salah satu adalah UMI bisa maksimalkan syarat dilakukan guna untuk dapat akreditasi institusi A. Prestasi juga bisa ditingkatkan lagi. "Kami sangat apresiasi apa yang sekarang di peroleh UMI. Kopertis berharap pelayanan IT berupa Web dimaksimalkan," tuturnya.

Dia menilai, UMI kedepan bisa mampu menjadi kampus andalan yang menghasilkan alumni di pelbagai bidang untuk memberikan konstribusi membangun bangsa. "Harapan hasil seleksi Maba menghasilakn mahasiswa yang lebih baik untuk bangsa di masa depan," harap dia.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads