alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

655 Calon Mahasiswa Asal Papua Ikut Pembekalan Bela Negara

Hasdinar Burhan
655 Calon Mahasiswa Asal Papua Ikut Pembekalan Bela Negara
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Sebanyak 655 calon mahasiswa Orang Asli Papua (OAP) mengikuti kegiatan pembekalan bela negara yang berlangsung di Rindam XIV/Hasanuddin, Makassar, Selasa (17/7/2018).

Mahasiswa yang tergabung dalam Program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua-Papua Barat ini disebar di 48 Perguruan Tinggi Negeri dan 22 Politeknik Negeri di seluruh Indonesia. Mereka adalah calon mahasiswa pilihan yang diseleksi dari sekitar 3.000 peserta pendaftar program ADik 2018.

Pembukaan Diklat Bela Negara ini dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kementeristekdikti, Prof Intan Ahmad, Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam, Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang, Dr Hamzah Yusuf, dan Wakil Komandan Rindam Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Muhahammad Ali, dan Kepala Balitbangda Sulsel, Iqbal Suhaeb.

Dalam sambutannya, Prof Intan Ahmad mengucapkan selamat kepada calon mahasiswa yang diterima dalam program Afirmasi OAP. Dia mengatakan, program Afirmasi Papua dan Papua Barat ini merupakan program pendidikan yang memihak pada putra dan putri orang asli Papua untuk mendapatkan akses pendidikan tinggi di perguruan tinggi berkualitas di tanah air.

Hanya saja, kata Prof Intan, sejak program beasiswa itu bergulir ada diantara mahasiswa ADik yang berhenti di tengah jalan karena berbagai alasan.

Sehingga, dianggap perlu untuk mengadakan pembekalan Diklat Bela Negara untuk menyiapkan kemampuan mental dan adaptasi diri dengan baik, terutama dalam mengikuti proses pembelajaran di perguruan tinggi.

“Sebab tantangan yang akan dihadapi di perguruan tinggi tidaklah mudah, diperlukan kesiapan fisik, mental, dengan semangat juang dan kerja keras, pantang menyerah, dan tentunya kesabaran serta ketabahan,” ucap Prof Intan.

Direktur Belmawa Kemeristekdikti itu menambahkan, usaha bela negara oleh semua anak bangsa, termasuk OAP, bukan hanya dalam bentuk fisik (militer), tetapi meliputi berbagai sikap dan tindakan untuk meningkatkan kemajuan bangsa dan negara.

“Artinya hakekat bela negara yang sesungguhnya adalah semangat untuk membangun bangsa dan negara Indonesia demi kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan, menuju masyarakat madani Indonesia yang bermartabat,” katanya.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads