alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Diduga Didalangi Napi, BNNP Telusuri Pemesan Sabu 5 Kg di Sidrap

Mustafa Layong
Diduga Didalangi Napi, BNNP Telusuri Pemesan Sabu 5 Kg di Sidrap
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel terus menelusuri jaringan perdagangan dan penyelundupan sabu seberat 5 kg di Kabupaten Sidrap, yang diduga didalangi narapidana.

Selain melanjutkan penyidikan terhadap tiga orang yang sudah diamankan, tim BNNP Sulsel saat ini terus berupaya membongkar jaringan perdagangan narkoba yang diduga dikendalikan narapidana di salah satu rutan di Sulsel. Meski demikian, Ustim enggan menyebut rutan tepat pemesan sekaligus bandar dipenjara.

Salah satu nama yang mencuat, adalah Andi Suharto alias Andi Tatto. Pria 38 tahun itu merupakan residivis sekaligus bandar sabu yang sudah cukup terkenal asal Kelurahan Rappang, Kecamatan Pancarijang, Kabupaten Sidrap.

Andi Tatto terakhir ditangkap personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulsel dikediamannya, Sabtu 7 Mei 2016. Kemudian menjalani persidangan dan divonis majelis hakim sekira 2017 lalu.

Menurut Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel AKBP Ustim Pangarian, Andi Tatto berperan sebagai pemesan 1 kg sabu dari total 5 kg yang ditemukan. Narapidana itu sekaligus diketahui masih berperan sebagai bandar meski sudah dipenjara.

"Andi Tatto termasuk yang dikejar, dia sebagai pemesan 1 kg sabu yang diamankan," jelas Ustim.

Baca Juga : Petani Asal Sidrap Miliki Sabu Seberat 5 Kilogram

Selain akan menyidik kembali Andi Tatto, tim BNNP Sulsel diakui Ustim masih mengejar pemasan lain dan bos dari dua tersangka yang sudah diamankan. "Masih ada yang lain. DPO itu masih ada, bosnya dari ketiga yang diamankan, sebagai pemasok dan pemesan," pungkas Ustim.

Penyidik resmi menetapkan dua orang tersangka dalam kasus peredaran dan penguasaan sabu seberat 5 kg. Mereka masing-masing Antoni alias Amang pemilik inisial AN (39) petani asal Kelurahan Lallebata, Kecamatan Pancarijang Kabupaten Sidrap, dan Munawir alias Saddang pemilik inisial MU (29) oknum mahasiswa yang ditangkap di rumahnya Kelurahan Maccorawalie, Kecamatan Pancarijang.

Sedangkan seorang lainnya inisial M masih dalam pemeriksaan sebagai saksi. "Status untuk yang diamankan kalau dua itu (An dan Mu) sudah pasti tersangka, yang satunya masih pendalaman kita punya kesempatan dalam waktu enam hari penyidikan," jelas Ustim.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads