alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

PDIP Bocorkan Sebab Demokrat Sulit Gabung Koalisi Pendukung Jokowi

Rakhmatulloh
PDIP Bocorkan Sebab Demokrat Sulit Gabung Koalisi Pendukung Jokowi
Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto. Foto: Istimewa

JAKARTA - Sejumlah spekulasi terus bergulir, soal langkah politik Partai Demokrat yang mendekat dengan koalisi Prabowo Subianto usai pertemuan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Prabowo.

Termasuk tanggapan dari PDIP, yang menilai memang SBY sulit bergabung dengan koalisi Jokowi. Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menyebut Ketua Umum DPP Partai Demokrat selalu mengeluh dan mempolitisir keadaan.

Tanggapan tersebut dikatakan Hasto terkait SBY yang menyebut banyak rintangan untuk bergabung dengan kubu Presiden Joko Widodo (Jokowi). Salah satunya SBY menyebut hubungannya dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri belum pulih.



Menurut Hasto, SBY kerap mengeluarkan keluhan melankolis kepada Megawati. Hal itu bisa ditelusuri dari jejak digital dan media cetak bahwa menjelang pemilu 2019, SBY selalu menyampaikan keluhannya tentang Megawati.

"Padahal Ibu Megawati baik-baik saja. Selama ini beliau diam, karena beliau percaya terhadap nilai-nilai Satyam Eva Jayate, bahwa pada akhirnya kebenaranlah yang akan menang," tutur Hasto dalam keterangan persnya, Kamis (26/7/2018).

Hasto menganggap "keluhan musiman” SBY tersebut terjadi karena sebagai seorang Bapak tentu mengharapkan yang terbaik bagi anaknya Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Hasto menilai, seluruh pergerakan politik SBY adalah untuk anaknya.

Sementara Megawati jauh lebih luas dari itu. Menurutnya, Mega selalu bicara untuk PDI Perjuangan dan untuk Presiden Jokowi, rakyat, bangsa dan negara. "Sementara Pak SBY selalu saja mengeluhkan hubungan itu," ungkapnya.

Hasto mengingatkan apa yang terjadi menjelang pilpres tahun 2004. Saat itu SBY menyatakan diri sebagai orang yang dizolimi. Secara psikologis, kata Hasto, seharusnya yang menzolimi itu yang merasa bersalah.

Namun kenapa SBY justru nampak sebagai pihak yang merasa bersalah dan selalu menuduhkan hal yang kurang pas tentang Megawati. Hasto pun menceritakan bahwa menjelang pilpres 2014. Ketika itu ada salah satu Ketua Umum Partai yang mendesak Ibu Mega agar bertemu SBY guna memastikan kemenangan Pak Jokowi.

"Ibu Megawati menegaskan bahwa Pak Jokowi akan menang karena dukungan rakyat. Sekiranya pertemuan saya dengan Pak SBY dianggap sebagai faktor utama kemenangan Pak Jokowi, maka kasihan rakyat yang telah berjuang. Banyak rakyat kecil yang iuran 20-50 ribuan untuk Pak Jokowi. Masak dukungan rakyat yang begitu besar untuk kemenangan Pak Jokowi kemudian dinihilkan hanya karena pertemuan saya," kata Hasto menirukan ucapan Megawati saat itu.

Dilanjutkan Hasto, gagal tidaknya koalisi SBY dan Partai Demokrat lebih karena kalkulasi yang rumit yang dilakukan presiden keenam itu yang hanya fokus dengan masa depan Mas AHY.

"Jadi sebaiknya pemimpin itu bijak, kalau tidak bisa berkoalisi dengan Pak Jokowi karena sikapnya yang selalu ragu-ragu, ya sebaiknya introspeksi dan jangan bawa nama Ibu Mega seolah sebagai penghalang koalisi tersebut. Sekiranya Pak SBY mendorong kepemimpinan Mas AHY secara alamiah terlebih dahulu, mungkin sejarah bicara lain," pungkasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook