alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Jangan Jijik Cium Bau Kentut, Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Demensia Loh

Sri S Syam
Jangan Jijik Cium Bau Kentut, Bisa Cegah Penyakit Jantung dan Demensia Loh
Mulai sekarang, mungkin kamu bisa mengabaikan pendapat tersebut dan tidak lagi menghindar saat mencium aroma kentut yang menyengat. Sebab ternyata para peneliti menemukan manfaat bau kentut. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Kita sering menganggap kentut di dekat seseorang adalah perbuatan yang tidak sopan. Bukan karena bunyinya saja tetapi juga saat kentutmu mengeluarkan bau tak sedap. Baca : Siapa Sangka, Khasiat Timun Rebus Ternyata Ampuh Bunuh Sel Kanker

Mulai sekarang, mungkin kamu bisa mengabaikan pendapat tersebut dan tidak lagi menghindar saat mencium aroma kentut yang menyengat. Sebab ternyata para peneliti menemukan manfaat bau kentut.

Berdasarkan penemuan yang dilakukan peneliti di University of Exeter Inggris, gas yang ada pada kentut ini ternyata bisa mencegah datangnya berbagai macam penyakit. Baca : Simpan Satu Siung Bawang Putih di Bawah Bantal, Lalu Lihat Efek Ajaibnya



Macam penyakit yang bisa dicegah itu diantaranya penyakit demensia, penyakit jantung, kanker, bahkan arthritis. Hal inj karena keberadaan kandungan gas hidrogen sulfida di dalam kentut.

Gas tersebut sendiri diproduksi oleh bakteri yang ada di dalam perut kita saat memecah makanan. Dengan menghirup aroma gas ini maka resiko terkena kerusakan mitokondria atau organel yang memiliki peranan besar pada respirasi akan menurun. Baca Lagi : Berharga Murah, Ikan Ini Ternyata Lebih Bergizi Dibanding Salmon Lho

Peran mitokondria ini sendiri sangatlah penting bagi tubuh kita mengingat kemampuannya yang dapat menghasilkan energi yang berasal dari nutrisi makanan yang kita makan. Jika mitokondria ini rusak, maka ada kemungkinan daya tahan tubuhmu akan menurun, sehingga kamu mudah terserang penyakit.



(sri)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak