alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Khawatir Serangan Hizbullah, Israel Kerahkan Tameng Rudal Iron Dome

Syarifudin
Khawatir Serangan Hizbullah, Israel Kerahkan Tameng Rudal Iron Dome
izbullah dan Israel semakin sengit melakukan perlawanan. Israel bahkan mengerahkan tameng rudal Iron Dome di sepanjang perbatasan utara Lebanon. Foto : SINDOnews/Doc

TEL AVIV - Situasi di perbatasan Israel dan Lebanon semakin memanas. Hizbullah dan Israel semakin sengit melakukan perlawanan. Israel bahkan mengerahkan tameng rudal Iron Dome di sepanjang perbatasan utara Lebanon. Baca : Hizbullah Gempur Tentara Israel di Perbatasan Lebanon

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) tampaknya khawatir dengan serangan balasan Hizbullah setelah serangan-serangan Israel di Suriah yang menewaskan seorang pejuang senior gerakan asal Lebanon itu.

Sejak Senin (27/07/2020), wilayah Lebanon yang disebut Shebaa Farms, kawasan pendudukan yagn disebut Gunung Dov oleh Israel, mengalami peningkatan aktivitas militer.



Menurut Times of Israel, IDF mengklaim telah menggagalkan serangan Hizbullah di wilayah itu dan menembaki sejumlah pejuang. Tak ada warga Israel yang terluka dalam insiden itu. Baca Juga : Senjata Nuklir Israel 'Memangsa' Penduduknya Sendiri : Terpapar Radiasi Berbahaya

IDF menyangkal laporan media Lebanon bahwa rudal anti-tank ditembakkan pada satu tank Israel di wilayah itu. “Beberapa anggota sel Hizbullah lari kembali ke Lebanon. Kami tidak tahu kondisi mereka secara pasti saat ini,” papar juru bicara militer Israel, Hidai Zilberman. 

Pada Minggu (26/07/2020), Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel tidak akan pernah membiarkan Iran membangun basis di perbatasan utaranya.

Netanyahu menyalahkan Suriah dan Lebanon untuk setiap serangan yang diluncurkan dari wilayah itu terhadap Israel. Baca Juga : Seluruh Kelompok Hizbullah Ditetapkan Sebagai Teroris



(sri)

preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak