alexametrics
TOPIK TERPOPULER

Gudang Beras Bulog di Panaikang Digeledah Polisi

Mustafa Layong, Herni Amir
Gudang Beras Bulog di Panaikang Digeledah Polisi
Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Penyidik Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Polres Gowa menggeledah kantor pergudangan Subdivre Bulog Panaikang Makassar, Jalan Urip Sumharjo, Kamis (26/07/2018).

Sejumlah dokumen disita aparat terkait dugaan korupsi penyaluran beras sejahtra (rastra).

Tim Unit Tipikor Satreskrim Polres Gowa melakukan penggeledahan hampir tiga jam, sejak pukul 11.30 Wita hingga 14.00 Wita. Sejumlah aparat memasuki salah satu ruangan untuk mengumpulkan dokumen penting yang diduga berkaitan dengan kasus penyelewengan rasta di wilayah Kabupaten Gowa.



Kepala Sub Bagian Humas Polres Gowa, AKP Tambunan menerangkan, aparat Unit Tipikor sengaja melakukan penggeledahan di kantor pergudangan Subdivre Bulog Panaikang Makassar yang terletak di Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakukang, Makassar. Langkah itu katanya untuk mengumpulkan bukti dokumen serah terima beras bersubsidi yang diselewengkan oknum satker.

"Kami melakukan upaya penggeledahan dan penyitaan beberapa dokumen penting terkait kegiatan yang dimaksud merupakan bagian dari tahap penyidikan," terang Tambunan.

Lebih lanjut Tambunan menjelaskan, penggeledahan itu sekaitan kasus dugaan jual-beli atau penyimpangan raskin periode Oktober, November dan Desember tahun 2017 serta kasus bansos rastra periode April tahun 2018. Kedua proyek yang dikelolah Subdivre Bulog Panaikang Makassar tidak berjalan seperti mestinya.

Kasus itu berawal saat Pemerintah Kabupaten Gowa mengajukan permintaan beras ke Bulog untuk didistribusikan ke sejumlah kecamatan di daerah berjuluk butta bersejarah tersebut. Permintaan diterima dan telah mengantongi surat perintah penyaluran dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Hal tersebut kemudian menjadi dasar Bulog menyalurkan beras ke Kabupaten Gowa. Akan tetapi, oknum petugas satker Subdivre Bulog Panaikang Makassar malah menjual beras ke pengumpul. "Modusnya, beras sebanyak 164 ton yang semestinya didistribusikan ke seluruh kecamatan ke Kabupaten Gowa malah dijual ke pengumpul," sambung Tambunan.

Kelangkaan rastra kemudian menjadi pertanyaan dan mulai diusut kepolisian sejak bulan Mei 2018. Sebulan kemudian atau Juni, Ferial Rani ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke sel tahanan.

"Penghitungan kerugian negara saat ini masih dalam koordinasi pihak BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan) perwakilan Sulsel," tutupnya.

Sementara itu Kepala Sub Divisi Regional Bulog Wilayah VII Makassar Abdul Mukti mengatakan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani Polres Gowa. Bahkan oknum satker yang menyelewengkan beras tersebut masih ditahan di Polres Gowa.

Menurut Mukti, sejak ditemukannya dugaan penyelengan pada 2017 lalu, evaluasi sudah dilakukan. Sehingga oknum Satker tersebut sudah dipindahkan.

"Kalau masalah beras tertahan itu ulah satker. Tapi kalau dari segi administrasi kami tidak masalah,"tandasnya



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook