alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2 Kali Gagal Lelang, Dinkes Makassar Optimis RS Batua Terealisasi

Hasdinar Burhan
2 Kali Gagal Lelang, Dinkes Makassar Optimis RS Batua Terealisasi
Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Meski gagal lelang dua kali tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar tetap optimis pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua bisa terealisasi. Hal ini terungkap dalam Rapat Banggar terkait LPJ APBD TA 2017 di Ruang Rapat Banggar, Senin, (30/07/2018).

Sekretaris Dinkes Makassar, Tasmin mengatakan tender pembangunan RS Batua sudah memasuki tahap pelelangan. Meski mengalami dua kali gagal lelang, pihaknya optimis pembangunan RS Batua bisa dimulai tahun ini.
"Pembangunan RS Batua tahun ini dimulai. Minggu ini sudah ada pengumuman siapa pemenang lelangnya," katanya.

Ia mengatakan, proses lelang pembangunan RS yang menelan anggaran Rp49 miliar untuk tahap I itu kembali gagal.



“Ini sudah masuk lelang lagi, doakan mudah-mudahan tidak gagal tender lagi karena sudah dua kali batal. Mudah-mudahan tahun ini sudah berjalan, karena masyarakat sangat butuhkan ini,” katanya.

Ia mengungkapkan, RS Batua akan dijadikan rumah sakit home care, rumah sakit yang menjadi pusat rujukan warga Makassar sebelum ke RS Daya atau ke RS besar lainnya.

“Pak Wali menginginkan RS Batua ini menjadi pusat rujukan di Makassar,” ucapnya.

Sebelumnya pembangunan RS Batua sudah 2 kali gagal lelang. Kemudian, kembali dilelang untuk ketiga kalinya. Ketika masih gagal lelang, maka dipastikan pembangunan RS Batua gagal terealisasi tahun ini. Apalagi, saat ini sudah memasuki triwulan ke III tahun 2018.

Hal ini dijelaskan oleh Kasubag Pelaksanaan Pengadaan BLPBJ Kota Makassar, Surahman. Ia mengatakan, proses lelang ulang bisa saja terjadi hingga lebih dari tiga kali. Namun, itu dilihat berdasarkan jangka waktu pelaksanaan. Sehingga, jika waktunya dinilai tidak memungkinkan maka tidak akan dilakukan lelang kembali.

Surahman melihat proyek pembangunan RS Batua Tahap I ini, tidak bisa lagi mengalami gagal lelang. Alasannya, sesuai hasil koordinasi dengan Dinkes, pengerjaan fisik untuk proyek tersebut memakan waktu selama empat bulan, terhitung sejak penandatangan kontrak kerja. Sementara tahapan penandatangan kontrak sesuai jadwal di LPSE, dilakukan pada September mendatang.

"Iya sudah tidak bisa gagal lelang, kalau gagal lelang ini tidak bisa lagi dilelang berikutnya. Jadi, kemungkinan terlaksana ada, dan tidak terlaksana juga ada. Kalau nanti ada pemenang lelang berarti terlaksana," ucapnya.

Ia juga menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan proyek ini mengalami gagal lelang hingga dua kali. Lelang pertama, dari sekian banyak peserta hanya dua perusahaan yang memasukkan penawaran, sayangnya dua perusahaan tersebut tidak mengantongi tiga sertifikat badan usaha seperti yang dipersyaratkan.

Namun, setelah direvisi dan dilakukan lelang kembali, proyek tersebut lagi-lagi mengalami gagal lelang. Kendalanya, kedua perusahaan yang memasukkan penawaran tidak ada satupun yang memenuhi syarat.

"Kemarin itu gagal lelang lagi karena penyedia yang mamasukkan penawaran hanya dua, yang satu penawarannya tidak lengkap ada setifikat jaminan mutu lingkungan yang tidak masuk dan kedua itu tidak mempunyai pengalaman sejenis," pungkasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook