alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kopel Soroti Anggaran Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar

Hasdinar Burhan
Kopel Soroti Anggaran Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar
Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Wakil Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulsel, Herman angkat bicara terkait dengan jumlah anggaran perbaikan atau rehabilitasi gedung DPRD Makassar yang mencapai Rp5 miliar.

Menurutnya, rehabilitasi gedung DPRD hanya buang-buang atau pemborosan anggaran. Lantaran gedung DPRD masih mumpuni untuk jumlah anggota dewan yang ada saat ini.

Olehnya itu gedung DPRD Makassar tak membutuhkan anggaran miliaran untuk direhabilitasi.



"Itu semua alokasi anggaran termaksud rehabilitasi gedung DPRD, wajar-wajar saja jika rehabilitasi yang dimaksud jika kalau gedung itu tidak layak. Kemarin saja masih layak untuk DPRD Makassar tempati, kecuali ada penambahan anggota DPRD atau ada penambahan alat kelengkapan penambahan ruangan tapi itu tidak ada," ujarnya kepada SINDOnews, Jumat (3/8/2018).

Apalagi kata dia, rehabilitasi gedung tak menjamin kinerja dewan bakal meningkat. Fungsi-fungsi dewan dan sekertariat, ungkapnya, belakangan ini sangat menurun.

"Kalau misalnya kinerja DPRD dengan ditambahnya perluasan gedung masih dibawah standar, maka itu termaksud pemborosan anggaran," tambahnya.

Karena itu, ia mengimbau ada wujud komitmen dewan memperbaiki kinerja seiring dengan perbaikan sarana dan prasarana kedewanan.

Sementara itu, Sekertariat Dewan (Sekwan) DPRD Makassar, Adwi Awan Umar menganggap rehabilitasi gedung DPRD Kota Makassar hal yang penting, sebab dewan sering mengeluh kekurangan ruangan.

Terlebih lagi jika dewan melakukan rapat pada waktu yang bersamaan maka, aktivitas dewan akan terganggu, diakibatkan ruangan yang terbatas.

Adwi mengakui jika rehabilitasi gedung itu rutin dianggarkan di APBD, begitupun dengan gedung lainnya. Rehabilitasi itu bertujuan memperlebar gedung dan menambah ruangan di gedung lantai 2 dan 3 untuk gedung rapat dan ruangan staf.

"Butuh memang, pertama staf kami numpang-nunpang semua.  Banggar juga sempit dan kesusahan jika menggelar rapat makanya kami butuh satu lagi, bisanya tabrakan itu karena kemarin perluasan komisi banyak yang hilang termaksud perpustakaan," jelasnya.

"Penambahan ruangan itu lantai 2 dan 3, sudah rehabilitasi, ini masuk kategori penambahan ruangan disambung nanti," sambung Adwi.



(bds)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook