alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Anggaran Pembangunan Pasar Lakessi Dialihkan untuk Obat RSUD

Darwiaty Dalle
Anggaran Pembangunan Pasar Lakessi Dialihkan untuk Obat RSUD
Ilustrasi/SINDOnews

PAREPARE - Anggaran pembangunan tambahan bangunan Pasar Lakessi Kota Parepare yang tahun ini ditunda karena masih terkendala regulasi, dialihkan untuk biaya pembelian obat pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Parepare, selain untuk pembangunan tambahan gedung pada kantor wali kota.

Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Ekonomi Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Parepare Zulkarnaen mengatakan, untuk pembangunan tambahan gedung di kantor wali kota, akan dianggarkan sebesar Rp3,6 miliar.

"Kondisi kantor wali kota semakin padat, maka dibutuhkan ruang-ruang yang lebih representatif. Seperti ruang rapat dan space terbuka yang tak hanya untuk areal parkir tapi juga nantinya bisa digunakan sebagai tempat kegiatan atau upacara bendera jika kebetulan hujan turun," Zulkarnaen.

Diketahui, DID merupakan reward yang diberikan pusat pada pemerintah daerah atas prestasi pengelolaan keuangan. Parepare, salah satu daerah yang berhasil menerima dana tersebut setelah berhasil meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama tiga tahun berturut-turut.

Ditambahkan Zulkarnaen, untuk sisa anggaran dari dana pembangunan tambahan bangunan pasar Lakessi, juga akan dialihkan pada RSUD Andi Makkasau sebagai anggaran tambahan belanja.

Terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) RSUD Andi Makkasau Parepare Renny Anggraeny Sari mengakui, jika managemen rumah sakit bertipe B tersebut akan ikut mendapat bantuan anggaran yang berasal dari DID. Anggaran tersebut, kata dia, sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi rumah sakit berplat merah tersebut yang saat ini mengalami devisit.

Renny mengemukakan, kondisi persediaan obat pada rumah sakit rujukan tersebut masih terbilang normal, kendati ada beberapa item yang saat ini mengalami kekosongan. Tapi kata dia, hal itu tidak menghambat jalannya proses pelayanan terhadap masyarakat pasien.

"Jika ada obat yang dibutuhkan pasien namun tidak tersedia pada apotek rumah sakit atau apotek-apotek mitra RSUD Andi Makkasau, maka petugas kami yang akan mengupayakan untuk mencari ke apotek lain," ungkapnya.

Dengan akan adanya kucuran bantuan dana yang akan diberikan pemkot yang bersumber dari DID, tambah Renny, diakui pihaknya akan sangat membatu pihak manegemen rumah sakit yang dipimpinnya.

"Karena untuk mengandalkan klaim pembayaran obat dari BPJS, sulit bagi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Andi Makkasau menebus utang obat yang harganya lebih tinggi dari nilai yang dibayarkan BPJS," katanya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads