alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Gagal, Lelang Proyek Pembangunan Jalan Senilai Puluhan Miliar

Vivi Riski Indriani
Gagal, Lelang Proyek Pembangunan Jalan Senilai Puluhan Miliar
ILUSTRASI PEMBANGUNAN. Lima paket proyek pembangunan jalan, yang menggunakan anggaran APBD senilai Rp68 miliar mengalami gagal lelang. Proyek itu untuk pembangunan 19 ruas jalan. Foto: Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Lima paket proyek pembangunan jalan, yang menggunakan anggaran APBD senilai Rp68 miliar mengalami gagal lelang. Proyek itu untuk pembangunan 19 ruas jalan.

Kelima paket tersebut yakni, Paket I, dengan anggaran Rp11,8 miliar untuk Jalan Galangan Kapal, Mentimun, KH Ramli, dan KH Wahid Hasyim.

Paket II senilai Rp12 miliar, untuk pembangunan Jalan Kerukunan Utara II Blok G BTP, Manuruki Daya, dan Taman Sudiang Indah.

Paket III, dengan jumlah anggaran Rp23 miliar, untuk Jalan Landak Baru, Teduh Bersinar, dan Kompleks PK Gunung Sari.

Paket IV senilai Rp6,7 miliar untuk Jalan Masjid Nurul Iman Pannara, BTN Ranggong, Griya Puspita Sari, dan Sermani.

Terakhir, paket V senilia Rp14,6 miliar, diperuntukkan untuk Jalan Tembus Haji Bau, Seruni, Kemuning, Kemboja, dan Hati Senang.

Kasubag Pelaksanaan Pengadaan BLPBJ Kota Makassar, Surahman, mengatakan ada dua kemungkinan yang menyebabkan proyek senilai puluhan miliar tersebut mengalami gagal lelang.

"Iya (gagal lelang). Pertama, penyedia tidak memenuhi syarat, kedua bisa jadi tidak ada yang mendaftar. Kemungkinan begitu, karena saya belum berkoordinasi dengan pokjanya," singkat Surahman, Minggu (12/8/2018).

Kata dia, rata-rata proyek gagal lelang itu terjadi pada tahap evaluasi. Pasalnya, pada tahapan tersebut, pokja lebih selektif dalam memilih rekanan yang nantinya akan dikeluarkan sebagai pemenang tender. Artinya, siapa yang memenuhi syarat dengan penawaran terendah akan dimenangkan.

Lanjutnya, dalam satu proyek, rekanan bisa saya mengerjakan dua paket yang berbeda, namun perlu dikaji kembali kemampuan dasar atau sisa kemampuan paket setiap rekanan.

"Sisa kemampuan paket kalau untuk kualifikasi besar itu kemampuan paketnya maksimal enam. Maksudnya, dalam satu pekerjaan satu waktu dia bisa mengerjakan enam paket. Makanya pada saat pemasukan penawaran dia wajib mencantumkan pekerjaan yang sedang dilaksanakan untuk menghitung sisa kemampuan paketnya," jelasnya.

Saat ini pihaknya sementara menunggu keputusan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) perihal kelanjutan proyek tersebut. Pokja di Unit Layanan Pengadaan (ULP) hanya menyampaikan terkait penyebab terjadinya gagal lelang.

"Kita sampaikan hasil gagal lelang ke PU, nanti mereka yang tentukan bagaimana tindak lanjutnya. Apakah mengkaji ulang dulu persyaratan teknisnya atau tidak ada perubahan persyaratan tinggal menyampaikan kembali ke pokja untuk dilakukan lelang ulang," ujarnya.

Meski mengalami gagal lelang, dia melihat proyek ini masih bisa rampung tahun ini. Pasalnya, untuk pengerjaan pembetonan dan pengaspalan tidak membutuhkan waktu yang lama.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads