alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pengerjaan Kontruksi Fisik RS Batua Dimulai September

Vivi Riski Indriani
Pengerjaan Kontruksi Fisik RS Batua Dimulai September
ILUSTRASI. Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Tahap II senilai Rp49 miliar, yang sempat mengalami 2 kali gagal lelang, siap dilanjutkan. PT Sultana Anugrah keluar sebagai pemenang tender. Foto: Istimews

MAKASSAR - Proyek pembangunan Rumah Sakit (RS) Batua Tahap II senilai Rp49 miliar, yang sempat mengalami 2 kali gagal lelang, siap dilanjutkan. PT Sultana Anugrah keluar sebagai pemenang tender.

PT Sultana Anugrah mengajukan penawaran Rp25,5 miliar, lebih rendah dari nilai HPS sekira Rp26,7 miliar. Dia menyingkirkan dua rekanan lainnya yang juga memasukkan penawaran. Keduanya adalah PT Mari Bangun Nusantara dengan penawaran Rp25,1 miliar dan PT Kakanta dengan nilai penawaran Rp22,1 miliar.

Ada beberapa alasan kenapa dua rekanan gagal menjadi pemenang. Kedua rekanan tersebut melampirkan Sertifikat ISO Lingkungan dan Sertifikat Managemen Mutu yang tidak disertai bukti hasil audit tahun terakhir.



Sementara, PT Kakanta tidak melampirkan brosur atau gambar jenis besi yang di tawarkan, tidak melampirkan neraca per 31 Desember 2017 yang telah diaudit akuntan publik, tidak melampirkan sertifikat SMK3 dari Kementrian Tenaga Kerja dan bukti hasil audit terakhir, serta tidak melampirkan surat keterangan tidak menjalani sanksi pidana dari pengadilan setempat.

Kasubag Pelaksanaan Pengadaan BLPBJ Kota Makassar, Surahman, mengatakan bahwa pemenang tender sudah diumumkan dan rekanan sudah melewati masa sanggah. Sehingga, rekanan hanya tinggal melakukan penandatangan kontrak dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

"Sudah lewat masa sanggah, lelangnya sudah selesai, tinggal tanda tangan kontrak," singkat Surahman.

Dia menjelaskan, setelah ada pemenang tender, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) segera membuat surat penunjukan penyedia barang dan jasa, setelah itu penyedia menyerahkan jaminan pelaksanaan baru dilakukan penandatangan kontrak.

"Dinkes hanya butuh surat jaminan pelaksanaan dari penyedia (rekanan), kalau sudah diserahkan itu sekaligus dilakukan penandatangan kontrak," ujarnya.

Kata dia, setelah dilakukan penandatangan kontrak dengan penyedia, maksimal 14 hari setelah itu penyedia wajib melakukan kontruksi fisik. Jika tidak, maka Dinas Kesehatan selaku KPA berhak memberikan sanksi berupa teguran kepada penyedia.

Berdasarkan hal itu, Surahman memprediksi kontruksi fisik untuk proyek itu bisa dilakukan pada September mendatang. "Kalau sudah tanda tangan kontrak sudah bisa dikerjakan (fisik), kalau 14 hari setelah tanda tangan kontrak tidak ada pengerjaan fisik PPK wajib memberikan teguran kepada penyedia. Iya sudah ada pengerjaan fisik (September)," jelasnya.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads