alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

DP2 Temukan 300 Hewan Kurban Tak Layak Sembelih

Budi Santoso
DP2 Temukan 300 Hewan Kurban Tak Layak Sembelih
Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, Abd Rahman Bando. Foto : Budi Santoso/SINDOnews

MAKASSAR - Hingga H-2 Lebaran Idul Adha 1439 H, Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar terus melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban. Alhasil dari 4.000 hewan kurban yang kesehatannya telah diperiksa, 300 diantaranya ditemukan tak layak sembelih.

Kepala DP2 Makassar, Abd Rahman Bando mengatakan, ratusan hewan tak layak sembelih itu dikarenakan beberapa faktor, diantaranya belum mencukupi usia sembelih dan mengalami catat fisik.

"Sudah lebih dari 300 hewan kami temukan tak layak sembelih. Tetapi temuan itu bukan dari sisi penyakit yang berbahaya yang masuk dalam golongan sinosis yang bisa menular ke manusia. Hewan tidak layak kurban itu paling banyak karena umur tidak cukup. Kedua ada catat fisik, tanduk patah, mata katarak, ada sobek di hidung dan telinganya," ungkap Rahman Bando, Senin (20/08/2018).

Dengan demikian, 300 hewan kurban itu yang terdiri dari jenis sapi dan kambing tidak diberi kartu atau Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

"Kami tidak berikan label kartu bernomor seri ke hewan tak layak kurban. Kalau yang layak kita berikan label kartu dan nomor seri, itu tidak perlu lagi diragukan untuk dibeli. Jadi, semua yang tidak diberikan label tidak boleh dijual sebagai hewan kurban," sambungnya.

"Dan hewan kurban yang tidak layak sembelih itu kita sudah jelaskan ke pemiliknya, ini (hewan) bisanya di jual ke RPH untuk dikonsumsi secara umum sehari-hari," tandas Rahman Bando.

Meski demikian, kata dia, di tahun ini kesadaran masyarakat dan para pemilik hewan ternak hingga pedagang mengalami peningkatan. Pasalnya, DP2 Makassar dari tahun ke tahun kerap memberikan jaminan ke masyarakat untuk tidak asal membeli hewan kurban.

Begitu pun kesadaran para pedagang dan pemilik hewan ternak yang mulai taat terhadap kepemilikan SKKH legalitas administrasi.

"Kesadaran meningkat, itu terbukti seluruh pedagang tetap hewan ternak sudah lebih aktif menghubungi kami. Bahkan sejak tiga minggu lalu sudah ada menelepon ke kami untuk memeriksakkan kesehatan hewannya. Perbandingan dua tahun lalu, ada petugas kami ditolak hewannya tidak mau diperiksa," aku Rahman Bando.

"Terlebih lagi bahwa misi wali kota itu dalam rangka meningkatkan kualitas SDM termasuk di dalamnya kualitas ibadah. Olehnya itu menyembelih hewan kurban sesuai syariat Islam itu bagian dari ibadah masyarakat sudah lebih baik," tuturnya.

Dia menambahkan untuk mengantisipasi masuknya hewan kurban di malam lebaran Idul Adha, pihaknya akan melakukan pengawasan lalu lintas di wilayah perbatasan kota-kabupaten.

"Ini kendala kami, masih banyak warga di komplek perumahan itu pesan sendiri langsung ke daerah. Nanti malam lebaran baru masuk ke Makassar, disini kadang-kadang kami kesulitan periksa. Antispasinya tim pengawasan lalu lintas kami maksimalkan di malam lebaran," kunci Rahman Bando.



(bds)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads