TOPIK TERPOPULER

Termasuk Makassar, Daerah Ini Punya Tingkat Ketidaknetralan ASN Tinggi

Dita Angga Rusiana
Termasuk Makassar, Daerah Ini Punya Tingkat Ketidaknetralan ASN Tinggi
Bawaslu mengumumkan ada 10 daerah yang memiliki tingkat ketidaknetralan ASN tinggi saat penyelenggaraan pilkada 2020 mendatang. Foto: SINDOnews/Ilustrasi

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) merilis data sejumlah daerah dengan tingkat ketidaknetralan aparatur sipil negara (ASN) yang tinggi saat penyelenggaraan pilkada. Ada 10 daerah yang perlu diwaspadai.

Yakni Kabupaten Manokwari Selatan, Kabupaten Sijunjung, Kota Makassar, Kabupaten Lamongan, Kota Sungai Penuh, Kabupaten Mamuju, Kabupaten Klaten, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Kepulauan Aru, dan Kabupaten Agam.

Baca juga: Bawaslu Sulsel Temukan 14.380 Pemilih Pemula Tak Masuk Daftar Pemilih



“Kalau dari dimensi konteks politik ada 10 daerah yang kami kategorikan indeks kerawanan pilkada (IKP) terkait dengan netralitas ASN-nya yang cukup tinggi. IKP menjadi early warning bagi kami untuk menentukan strategi pengawasan,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam webinar “Netralitas ASN”, Senin (10/8/2020).

Dia mengaku sengaja membeberkan daerah-daerah tersebut agar ada upaya antisipasi. Dengan begitu, maka saat pilkada 2020 berjalan, netralitas ASN bisa tetap terjaga.

“Mohon maaf ini kami sebutkan untuk melakukan upaya antisipasi. Ini agar persoalan netralitas ASN di sana tidak terjadi secara masif,” ungkapnya.

Apalagi, menurut Abhan, ada banyak petahana yang berpotensi maju kembali dalam pilkada kali ini. Hal ini sangat rentan dengan penyalahgunaan kewenangannya. Terutama berkaitan dengan ASN di daerah.

Baca juga: Tinggalkan Jabatan Demi Pilkada, Ini Daftar Legislator dan ASN yang Maju di Pilkada 2020

“Apalagi dari pemetaan kami 270 daerah yang potensi terdapat calon petahana ada 224. Nanti kita lihat pasca 23 September setelah tahap pencalonan apakah betul semua maju,” ujarnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kondisi lebih buruk jika petahana pecah kongsi. Di mana kepala daerah dan wakilnya saling berhadapan di pilkada.

“Apalagi kalau di daerah incumbent pecah kongsi. Kemudian ditambah sekdanya yang hampir pensiun mencalonkan diri. Sehingga ASN harus betul-betul teguh menjaga netralitasnya," tandasnya.



(luq)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!