alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Caleg Bisa Terima Sumbangan Dana Kampanye Maksimal Rp2.5 Miliar Perorang

Luqman Zainuddin
Caleg Bisa Terima Sumbangan Dana Kampanye Maksimal Rp2.5 Miliar Perorang
ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan batasan bagi sumbangan dana kampanye calon anggota legislatif (Caleg) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Sumbangan dana yang dibatasi di angka Rp25 miliar untuk satu perusahaan, sementara sumbangan perorangan maksimal Rp2.5 miliar.

"Sumbangan dari perseorangan itu batasannya Rp2.5 miliar. Kalau dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha nonpemerintah itu batasannya Rp25 miliar. Yang harus diingat, penyumbang itu harus mematuhi syarat-syarat," ujar Komisioner divisi umum, organisasi, dan rumah tangga KPU Sulsel, Asram Jaya kepada SINDOnews di sekretariat KPU Sulsel, Rabu (29/08/2018).

Menurut Dia, bahwa sumber dana sumbangan Caleg diperoleh dari perseorangan, atau dari kelompok, perusahaan, atau badan usaha nonpemerintah, itu diatur dalam PKPU 24 tahun 2018. Salah satu syarat utama penyumbangnya adalah kejelasan status. Yang merujuk pada identitas penyumbang, asal dana, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), tidak menunggak pajak, tidak pailit bagi penyumbang perseorangan.



"Kalau perusahaan, harus menyertakan susunan direksinya, Kemudian siapa pemegang mayoritasnya siapa, tidak sedang pailit juga," sambung Asram Jaya.

Menurut Asram Jaya, Caleg sudah bisa menerima sumbangan sehari sebelum masa kampanye. Semua sumbangan akan masuk kedalam rekening khusus yang dibuat oleh partai politik (Parpol) Caleg bersangkutan.

Terpisah, komisioner divisi Partisipasi Masyarakat (Parmas) Faisal Amir saat menggelar sosialisasi PKPU No 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu di hadapan LO Partai peserta pemilu, menyampaikan jika pihaknya dalam waktu dekat akan menyosialisasikan aturan-aturan sumbangan kampanye.

Mengingat, ada beberapa hal yang perlu diketahui mengenai sumbangan dana kampanye, seperti model pelaporan, dan syarat-syarat penerimaan. Toh, laporan itu juga nanti akan diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

"Nanti kita sosialisasikan tersendiri soal sumbangan kampanya, tidak bisa kita gabung-gabung sosialisasinya," pungkas Faisal.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook