TOPIK TERPOPULER

Eks Dandim Soppeng, Ciptakan Lagu Bertema Keragaman Indonesia

Faisal Mustafa
Eks Dandim Soppeng, Ciptakan Lagu Bertema Keragaman Indonesia
Tankapan layar video klip lagu Di Bawah Langit yang Sama yang diciptakan oleh eks Dandim Soppeng. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Letkol Arm Fajar Catur Prasetyo rupanya punya bakat di bidang musik, baru-baru ini ia menciptakan lagu bertema kebhinnekaan yang digodok saat menjabat Komandan Distrik Militer (Dandim) 1423/Soppeng, Kodam XIV Hasanuddin pada 2019 lalu.

Tak tanggung-tanggung, lagu berjudul di bawah langit yang sama ciptaannya digarap secara profesional di bawah perusahaan rekaman JK Records, Jakarta. Label musik yang sudah terkenal sejak tahun 80-an.

Baca Juga: Para Dandim Diminta Waspadai Potensi Anomali Cuaca di Sulsel

Beberapa penyanyi beken seperti Nike Ardilla, Deddy Dores, Chintami Atmanegara, Iyeth Bustami, Hamdan ATT hingga penyanyi lagu daerah senior Anci Laricci pernah diorbitkan JK Records.

Fajar Catur Prasetyo menuturkan, perkenalan dengan perusahaan musik milik Judhi Kristiantho itu tidak lepas dari Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Djashar Djamil. Kala itu Djashar memintanya untuk menciptakan lagu untuk Jenderal M Yusuf, tokoh militer asal Sulawesi Selatan.

"Persiapan jika pak Yusuf dinobatkan sebagai pahlawan nasional. Sudah saya buat terus lagunya cocok. Pihak JK Records tawari ada lagu lain yang bertema kebangsaan, yah saya buatlah lagu di bawah langit yang sama, dan berlanjut sampai sekarang," ungkap Catur Jumat (14/8/2020).

Uniknya lagu ciptaannya itu tidak dinyanyikan penyanyi terkenal, melainkan penyanyi remaja putri asal Kota Makassar, bernama Sausan. Pelajar SMA 17 Makassar tersebut terpilih setelah melalui proses ketat di Sulawesi Selatan.

Dilanjutkan Catur, oleh produser JK Records, Leonardo Nyo Kristiantho tertarik akan suara khas putri tunggal Wakil Rektor II Universitas Negeri Makassar, Dr Karta Jayadi. Klik (Kodim 0402 OKI Bagikan Sembako untuk Warga Terdampak Covid-19)

"Dari pihak JK Record bilang suaranya lembut, tinggi dan berkarakter, cocok lah untuk menyanyikan. Nah, beda kalau mau bikin musik targetnya tiktok, pastinya dibutuhkan penyanyi terkenal," ungkap Perwira Pembantu (Paban) Madya Mabes TNI ini.

Diakui Catur, selama di Soppeng ia sudah menciptakan 10 lagu, hanya saja baru dua lagu yang masuk dapur rekaman, semuanya dikerjakan JK Records. "Tema-tema lagu saya memang soal pesan moral. Bagaimana cinta dengan keluarga, sang pencipta dan negara, budaya. Juga semangat bercita-cita," imbunya.

Sementara itu, Dr Karta Jayadi, ayah dari penyanyi lagu buatan Catur mengatakan selama ini putri semata wayangnya, memang sudah punya bakat sejak kecil. Bahkan di usia 8 bulan, Sausan tak mau tidur jika tidak diperdengarkan musik.

"Sejak kecil memang kami perdengarkan musik, mulai umur 8 bulan. Setelah itu kalau mau tidur harus diperdengarkan musik, tidak bisa tidur. Umur 3 tahun sudah menyanyi itu, lucu-lucu. Ada rekaman videonya," Wakil Rektor II UNM Bidang Keuangan dan Administrasi Umum itu.

Kini remaja 16 tahun bernama lengkap Siti Sausan Husnul Khatimah itu, rajin mewakili sekolahnya dalam festival musik ataupun lomba bernyanyi tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Bahkan jadi langganan juara.

"Sejak SD sudah wakili sekolahnya. Pernah waktu masih di SMP 6 Makassar, selalu itu gurunya suruh menyanyi, sebelum belajar. Kalau sekarang kita sekolahkan khusus di pusat pembelajaran musik di Makassar," beber Karta Jayadi.

Baca Juga: Dandim 1410 Serahkan 50 Paket Hazmat ke Pemkab Bantaeng



(agn)

preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!