alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pakar Keuangan Negara Yakin Fee 30% Tak Mengalir ke Wali Kota

Vivi Riski Indriani
Pakar Keuangan Negara Yakin Fee 30% Tak Mengalir ke Wali Kota
BASTIAN LUBIS. Pakar Keuangan Daerah dan Negara, Bastian Lubis (kanan), berpendapat fee sebesar 30% dari anggaran sosialisasi kecamatan, tidak mungkin mengalir pada Wali Kota Makassar. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Pakar Keuangan Daerah dan Negara, Bastian Lubis, berpendapat fee sebesar 30% dari anggaran sosialisasi kecamatan, tidak mungkin mengalir pada Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan "Danny" Pomanto.

Menurut Bastian, yang bertanggungjawab secara formal dan material perihal anggaran tersebut adalah pengguna anggaran (PA), dalam hal ini camat.

Pasalnya, Wali Kota telah mendelegasikan tanggung jawab tersebut ke PA, kecuali jika ada bukti kuat berupa bukti transfer ke Wali Kota.



"Jadi, macam Wali Kota (Danny) dia tidak ada masalah lagi karena dia sudah pindahkan kewenangan ke PA, jadi PA yang bertanggung jawab. Kecuali kalau memang betul-betul ada bukti transfernya, itu baru salah," ujar Bastian Lubis, Rabu (12/9/2018).

"Jadi, pola korupsi itu uang yang disini bukti transfernya mana, kalau kita ada bukti transfer bisa atau OTT pada waktu di kasih uang di tangkap disitu itu baru bisa. Itu juga harus dilihat dulu betul tidak dia menerima fee 30% itu," tambahnya.

Dia menyebutkan, laporan pertangjungjawaban camat ke BPKAD tercatat telah menggunakan anggaran sebesar 100%, namun muncul pernyataan perihal adanya pemotongan fee 30%.

Menurut dia, jika laporan pertanggungjawaban sudah menyebutkan 100% lantas belakangan ada muncul pernyataan adanya fee 30%, artinya bahwa laporan pertanggungjawaban camat keliru.

Dan itu, lanjutnya, bisa dikenakan sanksi pidana lantaran membuat laporan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan fakta lapangan. "Kalau di potong 30% berarti laporan yang dibuat oleh camat itu salah. Karena dia buat laporan tidak sesuai fakta lapangan dan itu bisa kena sanksi pidana sesuai dengan UU Nomor 15 Tahun 2006," tegasnya.

Kasus itu diketahui telah bergulir di Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri, dan dalam waktu dekat akan dilakukan gelar perkara serta tersangka.



(kem)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads