alexa snippet
more
TOPIK TERPOPULER

Pekan Ekonomi Syariah Topang Inklusi Berbank Islami

Suwarny Dammar
Pekan Ekonomi Syariah Topang Inklusi Berbank Islami
EKONOMI SYARIAH. Bank Indonesia menggelar Pekan Ekonomi Syariah di Mall Ratu Indah 14-16 September, kegiatan ini memberikan literasi perbankan syariah. Foto : Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Puluhan stand dari berbagai bank syariah di Makassar memenuhi main hall Mal Ratu Indah (MARI) pada Gelaran Pekan Ekonomi Syariah (PES) yang digagas Bank Indonesia (BI) Sulsel. Sedianya akan berlangsung selama tiga hari hingga 16 September pekan ini.

Tak sekedar hadir memajang produk keuangan syariah yang ditawarkan. Ada yang berbeda dari event ini karena perbankan tak lagi didorong untuk memikirkan bagaimana di event ini mampu mengumpulkan pundi-pundi rupiah demi menambah perolehan Dana Pihak Ketiganya (DPK), tetapi juga dituntut untuk memberikan literasi keuangan pentingnya berbank hingga bagaimana bank itu mampu membantu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui peran bank dalam memberikan pinjaman bagi pelaku UMKM.
 
Makanya, pada beberapa booth tak hanya stand perbankan dihadirkan tapi juga hasil produk UMKM binaan bank ikut andil. Tujuannya tidak lain ingin meyakinkan jika bank itu tak hanya sekedar menyimpan uang tetapi juga bisa memberikan pinjaman dalam mendorong pertumbuhan UMKM masyarakat melalui ragam program lending yang ditawarkan. Beberapa booth yang hadir, booth fashion, produk kuliner dan produk pembiayaan lainnya.
 
Bagi Bank Indonesia (BI) Pekan Ekonomi Syariah merupakan kelanjutan dari Festival Ekonomi Syariah yang dihelat tahun lalu dengan respon begitu baik. Dimana, tahun lalu  kegiatan berhasil menggaet pengunjung sebanyak 30.896 orang, dengan transaksi UMKM dan perbankan selama kegiatan expo mencapai Rp30 miliar.

Kegiatan ini dimeriahkan dengan event Sharia Expo, Seminar, Talkshow, hiburan, pelatihan/edukasi, serta pengenalan pengembangan sektor keuangan sosial secara Islami (Islamic Social Finance) yang meliputi zakat dan wakaf.

Tahun ini, “Optimalisasi Potensi Ekonomi dan Wisata Berbasis Syariah untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Inklusif”.
 
Menurut Kepala Bank Indonesia Sulsel, Bambang Kusmiarso, untuk mendukung optimalisasi potensi wisata berbasis syariah perlu adanya dukungan untuk meningkatkan empat aspek utama (4A), yaitu amenity, attraction, accessibility andancillary (organisasi/lembaga pendukung yang mengurus destinasi).
 
“Pekan Ekonomi Syariah Makassar 2018 yang diselenggarakan pada tanggal 14-16 September 2018 ini akan menjadi sebuah momentum penting untuk menumbuhkan optimisme seluruh stakeholder strategis, dalam upaya mendorong arah kebijakan pemerintah untuk pemberdayaan ekonomi, khususnya pada sektor kepariwisataan yang terkait dengan sektor-sektor lainnya,” terangnya, Jumat (14/09/2018).
 
Disamping itu, kata dia, kegiatan Pekan Ekonomi Syariah diharapkan dapat menjadi salah satu stimulus dalam upaya pemberdayaan ekonomi daerah dan menjadikan Sulsel sebagai salah satu penggerak utama dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dimana, Pekan Ekonomi Syariah Makassar yang diselenggarakan pada tahun ini  mengangkat konsep 3F (food, fashion, dan finance).

Dia merinci, food dan finance berkaitan dengan bagaimana mendorong tumbuhnya industri dan UMKM yang menyediakan amenitas pariwisata syariah Sulsel berupa halal food dan sharia fashion. Sementara, Finance berkaitan dalam hal untuk menunjang bertumbuhnya amenitas dan atraksi, berkembangnya aksesibilitas dan ancillary melalui pembiayaan syariah.
 
Untuk itu, Sepanjang event ini sampai dengan hari Minggu nanti, akan dilaksanakan berbagai kegiatan dalam mendukung 3F (food, fashion & finance) dimaksud seperti workshop sertifikasi halal untuk UMKM Sulsel, talkshowdengan  para entrepreneur muda syariah, sharia fashion show, hijab tutorial, lomba kesenian, dan sharing informasi dari perbankan terkait produk-produk pembiayaan syariah.
 
“Di sisi lain, kami juga mengharapkan agar penyuguh atraksi seni dan budaya yang bersifat kedaerahan juga dapat lebih dikembangkan menilik potensi yang cukup besar kedepan sebagai salah satu daya tarik wisata,”paparnya.
 
Dia memaparkan, Sulsel juga cukup besar dan itu patut dimanfaatkan dan masuk dalam top 10 destinasi pariwisata muslim Indonesia, sehingga wisata berbasis syariah perlu terus dikembangkan.
 
“Sebagai Bank Sentral di Indonesia, Bank Indonesia memiliki  visi menjadi Bank Sentral yang berkontribusi secara nyata terhadap perekonomian Indonesia dan terbaik diantara negara emerging markets” dengan salah satu Misi nya yaitu “Turut mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional hingga di tingkat daerah,”ujarnya.
 
Untuk itu, kata dia, dalam rangka mencapai Visi dan Misi tersebut, Bank Indonesia mengeluarkan dan melaksanakan kebijakan, salah satunya terkait pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dengan 3 strategi utama yaitu penguatan ekonomi syariah melalui penguatan kelembagaan, infrastruktur pendukung dan halal value chain.

halaman ke-1 dari 3
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads