alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Derita Tiga Bocah di Makassar yang Disiksa dan Disekap Ibu Angkat

Mustafa Layong
Derita Tiga Bocah di Makassar yang Disiksa dan Disekap Ibu Angkat
Inilah penampakan ruko di Jalan Mirah Seruni, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang tempat tiga boca diduga disekap oleh Memey. Foto : Mustafa Layong/SINDOnews

MAKASSAR - Tiga bocah di Makassar melarikan diri dari salah satu rumah toko di Jalan Mirah Seruni, Minggu (16/09/2018). Ketiga anak ini diduga kerap disiksa dan disekap oleh ibu angkatnya bernama Gensel alias Memey alias Acci'.

Kisah pilu bocah itu diceritakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar, Andi Tenri Palallo yang telah berhasil mengamankan ketiga bocah tersebut berkat laporan warga.

Tenri menceritakan mereka berhasil keluar dari ruko tempatnya disekap setelah mencungkil gembok pintu harmonika ruko yang beralamat di Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakkukang, menggunakan besi sepanjang 30 cm.

Benda keras itu sebelumnya sering digunakan Memey untuk menganiaya mereka. "Kalau keluar nanti kita harus berpisah, supaya kalau ada yang ditangkap ada yang bebas. Kalau saya ditangkap, kamu bebas," tukas Tenri menceritakan kisah pelarian bocah-bocah tersebut.

Sebelum berpisah, lanjut Tenri salah satu bocah sempat naik kembali ke lantai tiga mengambil satu pasang pakaian ganti dan mengambil celengan Ow berisi uang Rp32 ribu.

Gadis malang itu mengaku telah berjanji akan mengembalikan uang kepada kakaknya jika bertemu lagi kelak. "Dia bilang uang itu tabungan kakaknya, nanti akan dikembalikan jika bertemu kakak," tutur Tenri.

Kini dua bocah itu telah dirawat di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Makassar, Jalan Angrek Raya. Namun satu anak lainnya masih menghilang, setelah lari meninggalkan dua adik angkatnya ke arah Jalan Pengayoman sesaat setelah keluar dari ruko tempat mereka disekap.

Menurut Tenri, kondisi bocah-bocah malang itu sungguh memprihatinkan. Dari sekujur tubuh mereka terdapat puluhan bekas luka goresan diduga benda tajam, pukulan benda tumpul hingga luka bakar puntung rokok.

Dari hasil penelusuran sementara, lanjut Tenri, pelaku diduga mengidap kelainan sehingga sering menganiaya tiga korban . Bahkan Memey juga sering kali meninggalkan ketiganya sejak pagi buta hingga larut malam tanpa makan. Sehingga korban kerap mengeluh kelaparan.

"Kami mengaku gagal, karena sebelumnya kita temukan tapi karena diduga waktu itu ini ibu adalah korban KDRT dari suaminya. Hari ini kita menghadapi kasus yang berbeda ada warga mengadu dan menemukan anak ini," pungkas Tenri.



(sss)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads