alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

BSN Diharap Berkolaborasi Beri Kemudahan UMKM Kantongi SNI

Suwarny Dammar
BSN Diharap Berkolaborasi Beri Kemudahan UMKM Kantongi SNI
Pengerajin meyelesaikan replika Kapal Pinisi yang terbuat dari kertas koran di Rumah Kreatif Wawondula. Foto: Muchtamir Zaide/SINDOnews

MAKASSAR - Jari jemari tangan perempuan renta itu begitu piawai menganyam sebuah tas yang terbuat dari bahan baku tanaman endemik Teduhu, di Desa Nuha, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur (Lutim) beberapa waktu lalu.

Hasil produksinya beragam tak hanya tas, tapi juga songkok hingga kebutuhan aksesori tempat kue khas seperti Bosara. Adalah Rahiya, 78 tahun, sudah puluhan tahun menggeluti usaha membuat anyaman teduhu. Produk yang dihasilkannya masuk dalam binaan Asosiasi UMKM Mutiara Sulsel.

Produknya terbilang bagus dan sangat diminati, dibeberapa kegiatan pemerintahan maupun perusahaan produknya kerap dipasarkan di Gallery UMKMM binaan perusahaan tambang asal Sorowako, PT Vale.



Meski diminati, namun dari sisi kualitas produk atau daya saing masih jauh dari harapan. Betapa tidak, produknya hanya diproduksi manual dan terbatas,belum lagi tak memiliki brand khusus. Hal tersebut kian diperparah dengan belum adanya sertifikasi yang harusnya dimiliki sebuah produk UMKM.

Tak hanya anyaman teduhu, kue olahan khas di Wasuponda, Kue Semprol juga produknya diminati. Dari sisi cita rasa cukup enak dan sudah mampu bersaing meski hanya merupakan produk rumahan.

Meski memiliki potensi besar untuk menembus market retail dan marke domestik, namun tentu akan sangat sulit bagi UMKM ini bisa berkembang tak hanya modal tapi juga harus mengantongi sertifikasi yang ada di Badan Standarisasi Nasional (BSN) dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Apalagi saat ini sejumlah konsumen sudah cerdas memperhatikan labelisasi SNI pada produk yang ditawarkan.

Meski keinginan kuat untuk melabelisasi produk UMKM dengan SNI, hanya saja karena kendala biaya dan proses administrasi ribet membuat sejumlah UMKM urung melakukan itu.

Menurutu Ketua Asosiasi UMKM Mutiara Timur Sulsel, Hasidah Lipoeng, SNI untuk produk UMKM sangat penting dan dapat mengangkat daya saing produk. Tak hanya itu, menjadi parameter bagi UMKM untuk berproduksi dengan aman karena produk yang ber SNI secara otomatis memberikan jaminan keamanan kepada konsumen untuk mengkonsumsi produknya.

“Keuntungan bagi UMKM juga adalah ketika menerapkan proses SNI baik tuk produksi serta management usahanya berarti UMKM tersebut telah mampu naik kelas karena SOP yg diterapkan akan menjadi quality kontrol untuk produknya. Apalagi dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Konsumen maka dengan menerapkan SNI untuk produk kita benar-benar menjadi jaminan bagi konsumen untuk mengkonsumsinya,” ujarnya, kemarin.

Meski demikian, kata Ida sapaan akrabnya, masih banyak pelaku UKM belum bisa menerapkannya karena syarat administrasi dan biaya yang masih cukup tinggi. Hal tersebut kian diperparah dengan pengetahuann UMKM di kabupaten belum melek tentang apa itu SNI.

“Sosialisasi SNI sendiri di Sulsel masih sangat terbatas, padahal ini sangat penting apalagi diera sekarang dimana persaingan produk dari luar sudah membanjiri market kita. Untuk itu, kami berharap penerapan SNI ini berlaku bagi semua umkm baik skala kecil dan besar, karena ini bukan persoalan standar semata tetapi dengan menerapkan SNI pada produk akan menjadi jaminan bagi konsumen dan produsen itu sendiri dlm berproduksi,” tegasnya.

Dia mencontohkan, syarat admin itu terkait legalitas perusahaan UD, CV dan PT, jika memungkinkan hanya pada syarat IUMK (Ijin Usaha Mikro Kecil) dari Kecamatan atau surat keterangan usaha dari desa atau kelurahan juga bisa. Selain itu, biaya sertifikasi dan hanya berlaku 2 tahun harus memperbarui lagi dengan range biaya Rp5 juta hingga Rp20 juta bergantung dari jenis usahanya.

Di Sulsel terdapat sekitar 1.200 pelaku UMKM dibawah naungan Asosiasi UMKM Mutiara Timur, untuk itu pihaknya mengharapkan adanya kemudahan memperoleh SNI, demi mendorong peningkatan daya saing dan kualitas produk UMKM hingga bisa meningkatkan usahanya.

”Sangat disyukuri di Makassar sudah ada hadir kantor BSN Makassar, sejak hadir tak dipungkiri perannya cukup baik. Untuk itu, saya berharap agar lebih banyak melakukan kerjasama dengan asosiasi atau komunitas umkm untuk menjangkau lebih luas,”harapnya.

Terpisah, Kepala Kantor Layanan Teknis (KLT) BSN Makassar, Suhaimi Kasman menuturkan, memang UKM menjadi tantangan bagi KLT BSN Makassar untuk lebih intensif bekerjasama dengan instansi pembina lainnya agar tercipta produk yg berkualitas.

Kata dia, keberadaan KLT BSN Makassar ini sebagai challenges kepada masyarakat untuk aware terhadap penerapan standar SNI.

“Banyaknya dan variasi UKM di Sulsel menjadi tantangan bagi KLT BSN Makassar untuk lebih intensif bekerjasama dengan instansi pembina lainnya agar tercipta produk yang berkualitas,”terangnya.

Dia mengungkapkan, UMKM harus diberikan banyak awareness sosialiasi mengenai manfaat dan pentingnya standard produk ukm, bahwa yang menerapkan standard/SNI akan mendapatkan value added yang besar, profit atau keuntungan meningkat hingga akses pasar mudah.

“Dengan SNI tentu kualitas produk terjamin dan aman, karena produk harus diuji oleh Laboratorium yang kompeten, branding produk semakin dikenal masyarakat yang utama meningkatkan daya saing,” paparnya.

Suhaimi Kasman memaparkan, di Sulsel diakuinya bidang paling berat tantangannya dalam mengedukasi tentang SNI, yakni pangan pertanian, infrastructure yang terbatas karena kebanyakan UKM masih skala rumahan, sementara untuk memenuhi persyaratan standard mereka harus memenuhi persyaratan sanitasi kesehatanan.Sementara itu, terkait keluhan biaya dari UMKM, pihaknya menampik jika pembiayaan sulit terjangkau bagi UMK. Justru program pembinaan UMKM untuk penerapan SNI gratis sedang dilakukan.

“Di Sulsel masih sedikit memiliki SNI, baru dua yakni Bakso Ikan Eltisya dan bandeng cabut duri di Kabupaten Pinrang. Untuk itu akan terus dilakukan sosialisasi,”paparnya.

Dia menambahkan, memang BSN badan yang sangat berpeluang dalam memberikan pembinaan dalam hal sertifikasi produk barang dan jasa di Indonesia pada seluruh badan usaha skala kecil dan besar di Indonesia.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif