alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

FBI Diminta Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual oleh Calon Hakim MA

Kurniawan Eka Mulyana
FBI Diminta Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual oleh Calon Hakim MA
BRETT KAVANOUGH. Seorang wanita meminta FBI menyelidiki calon Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS), Brett Kavanaugh, atas tuduhan penyerangan seksual beberapa dekade lalu. Foto: REUTERS/Alex Wroblewski

WASHINGTON - Seorang wanita meminta FBI menyelidiki calon Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS), Brett Kavanaugh, atas tuduhan penyerangan seksual beberapa dekade lalu.

Christine Blasey Ford, seorang profesor universitas di California, telah menuduh Kavanaugh menyerangnya dan mencoba untuk melepaskan pakaiannya saat dia mabuk di sebuah pesta di pinggiran kota Maryland pada tahun 1982, saat mereka mash berstatus siswa SMA.

Dalam sebuah surat kepada ketua komite, Senator Partai Republik, Chuck Grassley, yang juga pengacara Ford mengatakan penyelidikan FBI harus dilakukan terlebih dahulu.

"Investigasi penuh oleh aparat penegak hukum akan memastikan bahwa fakta-fakta dan saksi penting dalam masalah ini dinilai secara non-partisan, dan bahwa komite sepenuhnya diberitahu sebelum melakukan sidang atau membuat keputusan," tulis para pengacara tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (19/9/2018).

Salinan surat itu diposting di situs web komite. (bit.ly/2OAJWD0)

Grassley mengatakan tidak ada alasan untuk menunda kesaksian Ford dan undangan untuknya muncul di hadapan komite pada hari Senin.

“Kesaksian Dr. Ford akan mencerminkan pengetahuan pribadinya dan ingatan akan kejadian. Tidak ada FBI atau penyelidik lain yang memiliki kaitan dengan apa yang dikatakan Dr Ford kepada komite, jadi tidak ada alasan untuk penundaan lebih lanjut, ”kata Grassley dalam sebuah pernyataan.

Komite Kehakiman Senat, yang mengawasi pencalonan, telah menyerukan sidang hari Senin (17/9/2018) untuk memeriksa masalah itu, dan Gedung Putih mengatakan Kavanaugh siap bersaksi.

Partai Demokrat, yang sudah menentang keras calon tersebut, juga telah meminta FBI untuk menyelidiki. Namun permintaan tersebut ditolak oleh Partai Republik. Trump dan anggota Partai Republik lainnya mengatakan mereka tidak berpikir FBI perlu dilibatkan.

“Mahkamah Agung adalah salah satu alasan utama saya terpilih sebagai Presiden. Saya berharap Pemilih Republik, dan lainnya, menonton, dan belajar, Playbook Partai Demokrat, ”kata Trump pada akhir Selasa (18/9/2018).

Sebelumnya, Senator Lindsey Graham, salah satu komite Partai Republik, mengatakan panel akan memilih pada pekan depan, apakah Ford bersaksi atau tidak. Pemungutan suara di komite akan menjadi pendahulu untuk aksi di Senat penuh.

"Jika dia tidak ingin datang hari Senin, secara publik atau pribadi, kami akan melanjutkan dan memilih Rabu," katanya kepada Fox News Channel.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads