alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pembangunan RS Senilai Rp25,5 Miliar Harus Kelar Akhir Tahun

Vivi Riski Indriani
Pembangunan RS Senilai Rp25,5 Miliar Harus Kelar Akhir Tahun
KADIS KESEHATAN. Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar hanya memberi waktu 3 bulan pada kontraktor pembangunan RS Batua tahap I untuk menyelesaikan pekerjaan senilai Rp25,5 miliar tersebut. Foto: Dok/SINDOnews

MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar hanya memberi waktu 3 bulan pada kontraktor pembangunan RS Batua tahap I untuk menyelesaikan pekerjaan senilai Rp25,5 miliar tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Makassar, Naisya Tun Azikin menegaskan bahwa kontraktor, yakni PT Sultana Anugerah harus menyelesaikan kontrak sampai dengan akhir tahun 2018.

"Masa kontraknya itu sampai dengan akhir tahun, tidak boleh lewat Desember. Karena itukan proses pembayarannya tidak boleh lewat. Kapan lewat berarti hangus dananya. Jadi, dia (kontraktor) harus selesaikan sesuai dengan kontrak, saya tidak tahu Desember tanggal berapa yang jelas tidak boleh lewat akhir tahun, setelah itu mekanisme pembayarannya," jelas Naisya, Senin (24/9/2018).



Jika hingga batas waktu yang ditentukan proyek itu belum rampung, maka kontraktor akan di kenakan denda sesuai dengan aturan yang berlaku.

"Kalau tidak selesai didenda perusahaannya, kemudian dibayar dipotong sesuai dengan hasil pekerjaan. Dendanya itu, sesuai dengan aturan yang ada," tegasnya.

Dia berharap agar proyek ini bisa rampung tepat waktu. Sebab, bangunan berlantai 10 ini akan menjadi pusat rujukan home care, sehingga memudahkan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan.

Targetnya, rumah sakit tipe C ini sudah bisa beroperasi 2020 mendatang, lantaran tahun depan bakal kembali dianggarkan untuk proyek pembangunan tahap II.

"Kita berharap Desember rampung sesuai mekanismenya supaya tahun depan bisa berlanjut," ungkapnya.

Meski sempat menyayangkan lambannya pembangunan fisik proyek RS Batua, namun Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Danny Pomanto berharap agar proyek ini bisa rampung tahun ini. Pasalnya, proyek yang sebelumnya dianggarkan senilai Rp49 miliar ini ditarget sudah bisa beroperasi 2020 mendatang.

"Kita berharap secepatnya (RS Batua Rampung), karena inikan pembangunannya masih mau kita lanjutkan tahun depan, supaya 2020 sudah bisa beroperasi," ucap Danny.

Diketahui, Proyek RS untuk pasien home care ini sempat mengalami gagal lelang hingga dua kali, alasanya mengenai kontraktor tidak memenuhi syarat dalam hal administrasi. Dampaknya, hampir 50 persen dari pagu anggaran pembangunan tersebut masuk ke kas pemerintah kota sebagai dana silva.

Hal itu dilakukan setelah adanya koordinasi dengan konsultan perencana perihal selisih anggaran dengan waktu pelaksaan enam bulan ke empat bulan dengan penurunan volume pengerjaan. Sehingga, dengan waktu pengerjaan fisik empat bulan, dana yang diserahkan kepada kontraktor hanya berkisar Rp26,7 miliar.

Lingkup pengerjaan berdasarkan data di LPSE adalah pengerjaan persiapan, pengerjaan struktur yang meliputi pengerjaan tanah, pondasi sumuran, poer pla, pit lift, dan pengerjaan struktur atas. Lanjutnya, pengerjaan arsitek yang meliputi pengerjaan pasangan dan pelapis dinding dan lantai, serta pengerjaan plumbing yang meliputi pengerjaan instalasi air kotor, instalasi air hujan, dan jaringan ipal.



(kem)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads