alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Terkendala DELH, Pembangunan RS Ainun Urung Dilanjutkan

Darwiaty Dalle
Terkendala DELH, Pembangunan RS Ainun Urung Dilanjutkan
Kondisi bangunan RSU Asri Ainun urung dilanjutkan, karena terkendala Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH). Foto: Darwiaty Dalle/SINDOnews

PAREPARE - Rencana lanjutan pembangunan Rumah Sakit Umum (RSU) Tipe B Plus Asri Ainun Kota Parepare, yang digadang-gadang akan dilaksanakan tahun ini, lagi-lagi urang terealisasi, itu dikarenakan masih terkendala Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH).

Padahal, tahun ini anggaran sebesar Rp15 miliar digelontorkan melalui APBD untuk lanjutan pembangunannya. RS Asri Ainun sendiri, sejak dibangun 2015 silam, progresnya baru mencapai 30% dan telah menghabiskan anggaran hingga Rp60 miliar.

Kepala Dinas Kesehatan Parepare Muh Yamin mengatakan, urungnya lanjutan pembangunan rumah sakit yang akan memiliki seribu tempat tidur bagi pasien tersebut, karena hingga kini pengurusan Dokumen Evaluasi Lingkungan Hidup (DELH) seperti yang disarankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Parepare, masih dalam tahap proses. "Diperkirakan akhir tahun ini baru kelar DELH-nya," kata dia.

Untuk lanjutan pembangunan dan anggarannyanya, jelas Yamin, yang juga mantan Kadiskes Kabupaten Enrekang, akan dialihkan pada 2019 mendatang, setelah DELH rumah sakit yang didesain akan memiliki helipad tersebut, rampung.
"2019 pembangunannya dilanjutkan menggunakan anggaran yang tahun ini disiapkan pada APBD," ujarnya.

Yamin menambahkan, untuk merampungkan membangunan rumah sakit yang diklaim akan menjadi rumah sakit terbesar di Sulsel tersebut, setidaknya masih dibutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar.

Wakil Ketua DPRD Parepare Rahmat Sjamsu Alam mengatakan pembangunan rumah sakit yang diklaim akan menyerap hingga tiga ribu tenaga kerja tersebut, tidak boleh dilanjutkan sebelum terbit Amdalnya. Karena, kata dia, DELH hanya dokumen atas kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup untuk pengerjaan bangunan yang terlanjur berjalan namun tidak mengantongi Amdal.

"Tapi bukan berarti setelah terbit DELH, serta merta pembangunan itu bisa dilanjutkan. Karena sejak dokumen DELH disusun hingga terbit, pembangunan tidak boleh dilanjutkan. Dan itu tetap berlaku hingga Amdalnya terbit," ungkapnya.



(agn)

KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
sindonews ads